Muara Teweh Expos55.com  Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, melaksanakan rapat monitoring evaluasi (Monev) mutu dan  akreditasi yang merupakan rangkaian dari kegiatan DAK non fisik akreditasi dalam upaya mewujudkan pelayanan bermutu di Puskesmas, melalui program peningkatan dan nilai mutu internal (PPMI).

“Ada tiga kegiatan PPMI yaitu pembinaan mutu, persiapan penilaian akreditasi puskesmas dan monitoring evaluasi mutu dan akreditasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara Siswandoyo di Muara Teweh, Selasa.

Menurut dia, Kabupaten Barito Utara pada 2021 memiliki 17 puskesmas dengan puskesmas terakreditasi sebanyak 16 puskesmas dengan strata umum ada dua puskesmas, madya sebanyak delapan puskesmas.

Untuk dasar, kata dia, ada enam puskesmas dan yang belum terakreditasi satu puskesmas.

“Diadakannya kegiatan ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana tingkat keberhasilan budaya mutu yang dilaksanakan oleh puskesmas yang sudah terakreditasi di Barito Utara,” katanya.

Dia mengatakan, akreditasi puskesmas bukan hanya pengakuan yang diberikan oleh lembaga eksternal terhadap penilaian kesesuaian proses dengan standar yang berlaku, tetapi juga untuk perbaikan sistem dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat selanjutnya.

Dengan dikeluarkannya surat edaran Menteri Kesehatan Nomor:455 Tahun 2020 yang berimplementasi terhadap penundaan survei fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di masa pandemi COVID-19 bukan berarti menghambat perbaikan mutu pelayanan.

Dirinya mengharapkan kepada peserta yang mengikuti monev mutu dan akreditasi ini untuk sungguh-sungguh mengikuti dengan seksama selama kegiatan berlangsung.

“Sehingga pada waktunya penilaian ¬†reakreditasi yang di rencanakan 2022 untuk 16 puskesmas di Barito Utara menghasilkan hasil yang maksimal,” ujar Siswandoyo.

Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinas Kesehatan Ruyanto menyatakan tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu puskesmas tetap mempertahankan dan melakukan upaya peningkatan mutu.

Memantau dan mengevaluasi budaya mutu di puskesmas dan juga untuk mendapatkan data capaian kepatuhan terhadap indikator mutu pelayanan fasyankes indikator PPN, serta mengevaluasi kepatuhan pelayanan pasyankes terhadap standar-standar pelayanan termasuk kegiatan inovasi,.

“Kegiatan ini diikuti 18 puskesmas dengan jumlah 51 orang yang terdiri dari penanggung jawab mutu, penanggung jawab admen dan penanggung jawab UKP,” kata dia.
(antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here