Sukamara Expos55.com Bupati Sukamara, Kalimantan Tengah, Windu Subagio mengharapkan di usia yang ke-20 ini, kabupaten setempat semakin berdaya saing tinggi sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang damai, maju, berkeadilan dan sejahtera.

“Untuk mewujudkannya, pemkab akan terus berupaya memberikan pelayanan secara prima,” katanya di Sukamara, Sabtu.

Lebih lanjut dia menyampaikan, berbagai keberhasilan pembangunan yang telah dicapai pemkab harus dapat dipertahankan dan ditingkatkan, sebab dibalik keberhasilan tersebut juga masih terdapat beberapa kekurangan yang harus diperbaiki.

Oleh sebab itu, dia mengajak semua pihak tetap menjalin kebersamaan, mengembangkan dan meningkatkan budaya gotong royong, keterbukaan, kesetaraan serta saling menghormati.

Menurutnya, Sukamara sudah melalui pandemi COVID-19, dengan berbagai cara penanganan dari pihak medis dan kerja sama masyarakat yang tertib pada aturan. Dia meminta kepada semua pihak, bersama-sama lebih produktif kembali membangun kabupaten setempat.

“Ini tentunya juga sesuai dengaan tema yang kita angkat untuk hari jadi ke-20 Sukamara, yakni masyarakat sehat, tingkatkan proktivitas berbasis ekonomi menuju masyarakat sejahtera,” ucapnya.

Windu juga menjelaskan, terdapat beberapa capaian Sukamara yang berhasil diraih terutama di sektor perikanan, dengan dimulainya pengembangan budi daya udang vaname dengan teknologi insentif serta didukung klaster tambak udang berkelanjutan di Desa Sungai Pasir, Kecamatan Pantai Lunci.

“Total produksi udang vaname pada 2021 sebesar 84,42 ton dan pada 2022 sampai dengan Juni sebesar 85.42 ton dengan target produksi budi daya udang vaname 2022 sebesar 200 ton,” terangnya.

Kemudian, di sektor perkebunan, dengan dilaksanakannya Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) 17 gapoktan dan poktan pada 2019 mencapai 857,50 hektare, 2020 mencapai 1141,25 hektare dan target 2021 seluas 3400 hektare, serta saat ini sampai 2022, telah ada 22 poktan dengan total luas 2.494,8485 hektare.

Kemudian Pendapatan Asli Daerah Sukamara setiap tahunnya mengalami peningkatan, yang bersumber dari pendapatan pajak daerah, pendapatan retribusi daerah, perusahaan daerah dan pendapatan daerah lainnya.

Sukamara juga selama 10 tahun berturut-turut mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) terhadap laporan keuangan pemerintah daerah.

“Dengan bertambahnya usia, lebih menguatkan tekad kita untuk lebih produktif dalam membangun wilayah ini dan mewujudkan Sukamara sejahtera,” harapnya.
(ant/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here