Palangka Raya Expos55.com Wali Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Fairid Naparin secara resmi menetapkan status siaga darurat bencana banjir, seiring terjadinya banjir di sejumlah wilayah di daerah setempat.

“Untuk itu seluruh pihak baik pemerintah kota maupun masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana banjir,” kata Fairid di Palangka Raya, Selasa.

Penetapan status Darurat Bencana Banjir di wilayah Kota Palangka Raya itu juga telah tertuang di dalam Keputusan Wali Kota Palangka Raya Nomor 188.45/245/2021, dan berlaku sampai 31 Desember 2021 dan dapat diperbaharui sesuai kondisi di lapangan.

Seiring penerapan status itu maka pemerintah “Kota Cantik” juga merencanakan operasi penanganan siaga darurat bencana dan mengajukan permintaan kebutuhan bantuan siaga darurat. Kemudian, melaksanakan dan mengkoordinasikan pengerahan sumber daya untuk penanganan siaga darurat bencana secara cepat, tepat, efektif dan efisien.

Mempersiapkan sarana dan prasarana dalam rangka menyiapkan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat terkait siaga darurat bencana banjir, melaksanakan pengumpulan informasi sebagai dasar perencanaan komando siaga darurat bencana di Kota Palangka Raya. Pemkot Palangka Raya juga secara rutin menyebarluaskan informasi mengenai kejadian bencana dan penanganannya kepada media massa dan masyarakat luas.

Sementara itu berdasar data yang dirilis BPBD Kota Palangka Raya di https://www.sitangguhkotakita.id/pantau-banjir-kota-palangka-raya/ sebanyak 13 kelurahan dari 30 kelurahan di kota setempat terdampak banjir.

Dari 13 kelurahan tersebut sebanyak 2.948 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 104 rukun tetangga (RT) terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Rungan dan Sungai Kayahan yang melintasi wilayah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah itu.

Saat ini Pemerintah Kota Palangka Raya juga telah menggalang donasi, mendirikan posko kesehatan, posko pengungsian dan posko relawan serta juga mendistribusikan air bersih, mendirikan dapur umum dan distribusi makan siap saji.

Selain itu juga penyediaan WC umum, pemantauan instalasi listrik dan terus memantau perkembangan banjir selama 24 jam serta terus memperbaharui data korban banjir.(antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here