Palangka Raya Expos55.com Wakil Gubernur Prov. Kalteng H. Edy Pratowo menghadiri acara Forum Nasional Stunting Tahun 2021 dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang bekerja sama dengan Tanoto Foundation.

Kegiatan ini dihadiri secara virtual dari Ruang Rapat Wagub, Selasa (14/12/2021). Kegiatan kali ini mengusung Tema “Komitmen dan Aksi Bersama untuk Membangun Strategi Efektif Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia”.

Acara Forum Nasional Stunting 2021 dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI K.H. Maruf Amin. Dalam sambutannya K.H. Ma’ruf Amin menyampaikan penanganan stunting bukan saja persoalan bangsa saat ini.

Tetapi juga menyangkut masa depan generasi penerus Indonesia.
Wapres mengingatkan, visi Indonesia emas 2045 dapat terwujud jika Sumber Daya Manusia Indonesia berkualitas.

Bagaimana kita bisa mencapai visi Indonesia Emas Tahun 2045 kalau modal dasarnya, yaitu anak-anak bangsa, mengalami stunting? Terganggu perkembangan kognitif dan kesehatannya,” ucap K.H. Maruf Amin.

Lebih lanjut K.H. Ma’ruf Amin juga mengatakan percepatan penurunan stunting memerlukan komitmen bersama.
Tidak hanya komitmen di tingkat pusat, upaya advokasi komitmen pemerintah daerah juga harus optimal.

“Upaya penurunan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan desa/kelurahan, akademisi, media, swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan mitra pembangunan,” pungkas K.H. Maruf Amin.

Sementara itu, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyampaikan, BKKBN berkomitmen untuk mencapai target 14 persen angka stunting di tahun 2024, yang saat ini berada di angka 27,7 persen.

“BKKBN sudah membuat terobosan atau inovasi untuk penurunan stunting yaitu dengan membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Jadi stunting itu dimulai dari keluarga, pendekatan melalui keluarga dimana tim pendamping keluarga itu ada 3 unsur yaitu dari Kesehatan atau Bidan, Tim Penggerak PKK dan Kader-kader yang ada di daerah,” ucap Hasto.

Di sisi lain Dewan Pembina Tanoto Foundation Belinda Tanoto mengatakan, bahwa berdirinya Tanoto Foundation lembaga filantropi independen di bidang pendidikan didasari oleh filosofi bahwa pendidikan berkualitas mempercepat hadirnya kesetaraan peluang.

Tanoto Foundation secara aktif bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah serta berbagai pihak lainnya dalam membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

Yang mana Programnya sendiri dibagi menjadi Tiga Area. Yaitu, Lingkungan pembelajaran di bidang pendidikan dan pengembangan anak usia dini dan pendidikan dasar; Pengembangan pemimpin masa depan; dan Riset medis di Asia.

“Kami sangat percaya bahwa pengembangan sumber daya manusia harus dimulai sedini mungkin. karena itulah kami memiliki perhatian dan komitemen tinggi untuk membantu pemerintah menurunkan angka prevalensi stunting” tutup Belinda Tanoto.

Sebagaimana diketahui bahwa stunting merupakan masalah yang sangat penting. Karena stunting mempunyai dampak tidak hanya pada fisik anak tetapi juga pada perkembangan kecerdasannya.

Turut Hadir secara langsung Asisten Administrasi Umum Lies Fahimah, Plt. Kepala Dinas P3APPKB dr. Linae Victoria Aden, Kepala Bappedalitbang H. Kaspinor.

Hadir secara virtual sejumlah narasumber diantaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy, Menteri Dalam Negeri RI H.M. Tito Karnavian, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI Suharso Monoarfa,Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan, Sekretariat Wakil Presiden Suprayoga Hadi.

(MMC Kalteng/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here