Pangkalan Bun Expos55.com  Wakil Bupati Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Ahmadi Riansyah mengingatkan sekaligus meminta kepada seluruh perusahaan besar swasta (PBS), khususnya Pabrik Kelapa Sawit (PKS) maupun Peron Tandan Buah Segar (TBS), agar tidak mempermainkan para petani.

Adanya larangan mengekspor minyak goreng diduga dimanfaatkan PKS dan Peron untuk mencari keuntungan besar dengan membeli kelapa sawit milik petani dengan harga murah, kata Ahmadi di Pangkalan Bun,Selasa (26/04/2022)

“Kami tidak akan diam saja terhadap kondisi itu. Kami akan melakukan pengawasan secara intens dan menyiapkan sanksi bagi pihak-pihak yang mempermainkan petani,” ucapnya.

Berdasarkan informasi diterima Pemkab Kobar, harga TBS kelapa sawit per kg sekitar Rp1.500. Harga tersebut mengalami penurunan yang signifikan dan merugikan para petani, karena sebelumnya mencapai Rp3.500 per kg.

Ahmadi mengatakan, Pemkab Kobar saat ini sedang menunggu surat edaran dari Pemerintah Provinsi Kalteng terkait polemik dan harga kelapa sawit. Sebab, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, informasinya sudah mempersiapkan surat edaran yang dikirim ke masing-masing Gubernur.

“Dari Gubernur itulah baru diteruskan ke bupati maupun wali kota. Itulah kenapa kami masih menunggu dari Pemprov Kalteng terkait isi surat edaran itu,” beber dia.

Meski begitu, lanjut Wabup Kobar itu, Pemkab telah mengambil langkah untuk memantau dan mengawasi para pelaku TBS dan Peron TBS. Hal itu sebagai upaya mencegah adanya permainan yang merugikan petani kelapa sawit.

Dia mengatakan, turunnya harga buah kelapa sawit ini tentunya memberikan dampak besar terhadap para petani. Apalagi sekarang ini bulan suci Ramadhan dan sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri, yang tentunya memerlukan uang tidak sedikit.

“Sekali lagi kami ingatkan kepada para pelaku PKS dan Peron TBS, agar tak mempermainkan petani kelapa sawit. Ingat, ada sanksi tegas bila terbukti mempermainkan petani. Bisa saja izinnya dicabut,” demikian Ahmadi.
(ant/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here