Palangka Raya Expos55.com  Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah melatih para guru tentang cara menyusun pembelajaran berbasis multimedia.

“Pelatihan itu bertujuan meningkatkan kemampuan guru berinovasi tentang pembelajaran berbasis teknologi dan kemampuan mengkonstruksi pemanfaatan aplikasi dan objek animasi sebagai media pembelajaran di sekolah,” kata Dekan FKIP UMPR Hendri MPd di Palangka Raya, Jumat.

Menurut dia penerapan pembelajaran berbasis multimedia seperti menampilkan animasi dalam pemberian pelajaran akan menambah semangat siswa, untuk menggali lebih jauh terhadap materi yang diberikan.

“Selain itu juga akan menambah semangat para siswa mengikuti pembelajaran sampai selesai karena terkesan bervariasi dan tidak monoton,” paparnya.

Menurut Hendri media pembelajaran berbasis multimedia interaktif masih sedikit digunakan, sehingga pemanfaatan komputer sebagai alat bantu pembelajaran masih kurang optimal. Kemudian penggunaan media pembelajaran yang kurang bervariasi berdampak pada minat belajar peserta didik.

“Pemanfaatan multimedia interaktif sebagai media pembelajaran dapat mengatasi beberapa hambatan bagi peserta didik yang memiliki daya abstraksi rendah,” terangnya.

Perkembangan teknologi informasi merupakan salah satu pendukung untuk mengembangkan inovasi pembelajaran. Salah satu metode saat ini yang sedang dikembangkan dengan mengoptimalkan peran komputer sebagai media pembelajaran.

Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan Disdik Kalteng melaksanakan pelatihan perancangan animasi media pembelajaran berbasis multimedia bagi guru di tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas.

Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Syaifudi mengatakan di tengah perkembangan teknologi informasi serta dinamika pendidikan, para guru harus terus berinovasi dan mengembangkan kemampuan diri. Tak terkecuali dalam memilih dan menerapkan metode pembelajaran terhadap siswa.

“Maka melalui pelatihan itu kami juga ingin para guru terus berkembang sehingga mampu menghadirkan suasana pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan tanpa menghilangkan esensi pendidikan itu sendiri,” kata Syaifudi.
(antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here