Kalsel Expos55.com TNI bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menggelorakan semangat revolusi hijau melalui penanaman serentak satu juta pohon, sebagai upaya meningkatkan kualitas lingkungan dan keseimbangan ekosistem di Kalsel.

“Tidak hanya sekedar menanam dan pelihara pohon, tetapi untuk meningkatkan indeks kualitas lingkungan Kalsel yang saat ini masih di bawah rata-rata nasional,” kata Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, saat penanaman pohon di Siring 0 Km Banjarmasin, Jumat (9/7/2021).

Safrizal berharap, 99 persen pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh, untuk mempercepat target penghijauan dan penutupan lahan kritis.

“Sehingga, target penghijauan di Kalsel cepat tercapai, dalam rangka upaya penutupan lahan kritis sebagai mitigasi bencana,” ujar Safrizal.

Komandan Korem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah, menambahkan penanaman pohon serentak dilaksanakan oleh jajaran Korem 101/Antasari sebagai dukungan terhadap program pemerintah.

“Kita lakukan penanaman pohon ini tidak hanya proses di penanaman, tetapi berlanjut dengan pemeliharaan tanaman agar pohon yang ditanam hari ini tumbuh berkembang dan bermanfaat untuk lingkungan,” tutur Firmansyah.

Firmansyah menilai, gerakan penanaman pohon merupakan salah satu program unggulan pemerintah, sehingga perlu mendapat dukungan dari seluruh komponen masyarakat.

“Gerakan penanaman pohon, sebagai upaya untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan sumber daya alam yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia,” tambah Firmansyah.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra mengatakan pihaknya menyediakan ratusan ribu bibit, terdiri dari tanaman kayu, buah-buahan, tanaman menghasilkan, dan lainnya.

“Jumlah yang ditanam serentak se-Kalsel sebanyak 427.000 tanaman terdiri dari tanaman kayu seperti sengon, trembesi, mahoni dan MPTS seperti petai, durian, jengkol serta buah-buahan seperti alpukat, langsat, sirsak dan lainnya,” kata Fathimatuzzahra.

Dia pun berharap, penanaman pohon serentak mampu mengatasi permasalahan lingkungan, yang tentu saja membutuhkan dukungan dari masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif.

“Mudah-mudahan, target penanaman Kalsel seluas 32.000 hektare per tahun dan untuk pengurangan luas lahan kritis 511.514 hektare, bisa segera teratasi bersama,” ujar Fathimatuzzahra.
(MC Kalsel/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here