Sampit Expos55.com Sebanyak empat orang penghuni asrama mahasiswa Kalimantan Tengah di Yogyakarta terkonfirmasi positif COVID-19 dan memerlukan perhatian selama menjalani isolasi mandiri di asrama tersebut.

“Kami harus patungan untuk konsumsi empat orang teman kami sesama mahasiswa karena mereka positif COVID-19 dan harus menjalani isolasi mandiri,” ujar Ketua  Himpunan Pelajar Mahasiswa Kalteng di Yogyakarta Tovan dihubungi dari Sampit, Selasa.

Saat ini asrama mahasiswa Kalimantan Tengah di Yogyakarta dihuni masing-masing 15 orang mahasiswa dan 15 orang mahasiswi. Dari dua asrama itu, ada dua orang mahasiswa dan dua orang mahasiswi yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Dua orang mahasiswi sudah menjalani isolasi mandiri selama satu minggu, sedangkan dua orang mahasiswa yang terpapar COVID-19 tersebut sudah menjalani isolasi selama tiga hari. Mereka menjalani isolasi mandiri di asrama masing-masing.

Untuk membantu kebutuhan konsumsi empat mahasiswa yang sedang menjalani isolasi mandiri tersebut, rekan sesama mahasiswa patungan untuk membantu. Hal ini lantaran keempat mahasiswa itu mematuhi aturan dengan tetap berada di kamar mereka agar tidak terjadi penularan kepada penghuni asrama lainnya.

Mahasiswa lain yang juga menghuni asrama mahasiswa dan mahasiswi itu kini juga mengurangi aktivitas di luar asrama. Mereka mengantisipasi dan mencegah kemungkinan terjadinya penularan COVID-19 yang lebih luas.

Saat ini mahasiswa Kalimantan Tengah yang menghuni kedua asrama tersebut lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar, berolahraga, membersihkan lingkungan dan kegiatan lain di lingkungan asrama.

Menurut Tovan, empat mahasiswa yang terkonfirmasi positif COVID-19 tersebut sudah melaporkan diri kepada pihak terkait di daerah tersebut. Mereka hanya disuruh melakukan isolasi mandiri hingga dinyatakan sembuh dari virus mematikan tersebut.

Para penghuni asrama berharap ada perhatian dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, setidaknya terkait kebutuhan makanan dan juga asupan gizi. Hal itu lantaran saat ini mereka sedang mengurangi mobilisasi untuk beraktivitas di luar.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah Kalteng. Karena ini demi kesehatan teman-teman kami,” demikian Tovan.
(ant/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here