Palangka Raya, expos55.com Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, tengah menerapkan metode ‘Biopori’ guna mencegah terjadinya genangan air hingga banjir.

“Metode ini diperkenalkan, sebagai salah satu solusi terbaru menanggulagi bencana alam,”kata Kepala DLH Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, Selasa (10/8/2021).

Dijelaskan, manfaat dari biopori secara ekologi dan lingkungan yaitu memperluas bidang penyerapan air sebagai penanganan limbah organik dan meningkatkan kesehatan tanah.

Pada sisi lain, biopori bermanfaat secara arsitektur lanskap sehingga telah digunakan sebagai pelengkap pertamanan di berbagai rumah mewah dan rumah minimalis yang menerapkan konsep rumah hijau.

Biopori itu sendiri berbentuk lubang silindris dimana dalam penggunaan metode dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air. Kedalaman biopori mencapai 50-100 cm.

“Metode biopori ini sudah kami terapkan di beberapa lokasi di Kota Palangka Raya. Seperti di Jalan Perdana, Simpei Karuhei dan Jalan Bondol,”ungkap Zaini.

Diharapkan tambah dia,
dengan adanya inovasi itu Kota Palangka Raya benar-benar menjadi kota yang maju dengan tetap prioritakan kearifan lokal.

“Hal ini juga sejalan dengan implementasi perwujudan visi-misi untuk mencapai pembangunan smart environment,”pungkasnya.

 

Sumber : MC. Isen Mulang.1/wspd

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here