Expos55.com Palangka Raya – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palangka Raya, Renson mengatakan, pemerintah setempat telah mempersiapkan ketersediaan pangan. Terutama dalam mengantisipasi terjadinya kelangkaan dan lonjakan harga pangan yang tak terkendali, menjelang lebaran Idulfitri.

“Salah satu yang menjadi perhatian yakni terkait ketersediaan ayam potong, dimana menjelang lebaran biasanya permintaan ayam tinggi dibanding hari biasa,”ungkapnya, Minggu (2/5/2021).

Namun demikian lanjut Renson, masyarakat tidak perlu kuatir akan ketersediaan ayam potong, mengingat Pemerintah Kota Palangka Raya sejauh ini telah mengembangkan kandang penyangga ayam ras atau broiler.

“Program kandang penyangga ini ada di Kelurahan Kalampangan dan Pager. Bila persediaan ayam potong di pasar menipis, maka bisa dilakukan intervensi dengan mengeluarkan pasokan ke pasaran,”bebernya.

Renson melanjutkan, dikembangkannya program kandang penyangga itu sendiri, selain untuk mengantisipasi kenaikan harga, juga sebagai upaya pengendalian inflasi. Terlebih menjelang hari raya keagamaan.

Tidak bisa dipungkiri tambah dia, setiap hari besar keagamaan, permintaan ayam potong akan melonjak. Pada hari normal saja permintaan setiap harinya bisa mencapai 20 ribu ekor ayam potong.

“Selama ini untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka sisanya sekitar delapan ribu ekor ayam potong harus didatangkan dari luar,”sebutnya.

Terlepas dari itu semua ungkap Renson, pihaknya optimis ketersediaan akan ayam potong menjelang lebaran tetap berlimpah. Hal ini mengingat kondisi pandemi covid-19 yang masih merebak, membuat masyarakat tidak berlebihan dalam melaksanakan perayaan.

“Akan tetapi yang pasti, dengan adanya kandang penyangga ini diharapkan bisa membantu jika sewaktu-waktu terjadi kekurangan kebutuhan daging ayam,”pungkasnya. (MC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here