Sampit Expos55.com Sesi pertama seleksi kompetensi dasar calon aparatur sipil negara Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah dimulai Sabtu pagi dan 10 peserta dipastikan gugur.

“Kalau peserta yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu masih ada peluang karena mereka akan dijadwalkan ulang. Tapi yang 10 orang peserta pagi ini memang tidak ikut tes, jadi otomatis gugur,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kotawaringin Timur, Alang Arianto di Sampit, Sabtu.

Pria yang juga menjabat Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kotawaringin Timur ini menjelaskan, sepuluh peserta yang dipastikan gugur di sesi pertama tersebut terdiri dari sembilan orang yang memang tidak hadir, sedangkan satu orang lainnya terlambat datang dan tidak bisa menunjukkan hasil pemeriksaan tes antigen deteksi COVID-19.

Sesuai aturan yang sudah disampaikan sebelumnya, setiap peserta wajib menunjukkan surat keterangan tes antigen dengan hasil negatif COVID-19. Jika ternyata ada yang terpapar COVID-19 maka akan disampaikan ke panitia seleksi nasional untuk dijadwalkan ulang bagi peserta tersebut mengikuti seleksi kompetensi dasar.

Tes SKD dilaksanakan selama sembilan hari dimulai hari ini. Setiap hari dilaksanakan empat sesi dengan peserta 75 orang tiap sesi, kecuali Jumat yang hanya dilaksanakan dua sesi.

Untuk sesi pertama ini hanya diikuti 65 peserta karena 10 peserta lainnya tidak hadir dan otomatis gugur. Panitia tidak memberi toleransi karena memang aturan itu sudah disampaikan sejak jauh hari.

Setiap peserta diperiksa suhu tubuhnya. Bagi peserta yang suhu tubuhnya di atas 37 derajat celcius akan diarahkan mengikuti tes SKD di ruang khusus yang sudah disiapkan panitia.

Namun pada sesi pertama, suhu tubuh seluruh peserta yang hadir dinyatakan normal sehingga bisa mengikuti tes di ruang utama yang sudah disiapkan di aula Pendidikan dan Pelatihan BKPSDM Kotawaringin Timur.

“Kami meminta seluruh panitia membaca secara teliti dan mempersiapkan diri dengan baik agar bisa lancar dan berhasil. Semua dilaksanakan sesuai aturan, jadi tergantung masing-masing peserta,” tegas Alang Arianto.

Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur Fajrurrahman saat membuka sesi pertama SKD CASN Kotawaringin Timur, memberi motivasi kepada seluruh peserta untuk berusaha semaksimal mungkin agar bisa lulus.

Fajrurrahman mewanti-wanti jika ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan motif apapun, baik dari pegawai BKPSDM Kotawaringin Timur maupun pihak lain maka hal tersebut adalah tindakan penipuan.

“Peserta, keluarga maupun pihak lain dilarang memberi sesuatu dalam bentuk apapun sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kelulusan peserta adalah prestasi dan hasil kerja peserta itu sendiri,” tegas Fajrurrahman

Sementara itu Alvin, salah seorang peserta mengaku senang bisa mengikuti seleksi ini. Dia menanggapi positif penerapan tes antigen bagi peserta yang akan mengikuti tes SKD.

“Saya tidak merasa terbebani. Justru ini bagus karena peserta menjadi lebih aman karena saat ini pandemi COVID-19 masih terjadi. Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan saya bisa lulus,” demikian Alvin.
(antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here