Palangka Raya Expos55.com Kantor Wilayah Kementerian Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah melalui bidang Penyelenggara Haji dan Umrah PHU)siap sambut penyelenggaraan ibadah haji 2022, setelah Kerajaan Arab Saudi, resmi mengumumkan penyelenggaraan haji tahun ini, total jamaah mencapai 1 juta orang. Pengumuman tersebut diterbitkan melalui surat Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi.

Kakanwil Kemenag Kalteng , H. Noor Fahmi  mengatakan kebijakan Pemerintah Arab Saudi ini patut disyukuri karena menjadi angin segar setelah sejak Tahun 2020 Arab Saudi sempat menutup pintunya bagi jemaah Haji Indonesia saat awal pandemi Covid-19.

Meski demikian, dari 1 juta kuota jemaah yang diperbolehkan berangkat, belum ditentukan berapa kuota untuk jemaah Kalimantan Tengah,jika berkaca pada tahun 2019,kuota haji normal untuk  Kalteng  berjumlah  612 ribu.

“Kita tinggal menunggu kuota untuk jemaah haji Kalteng . Nantinya dari Kemenag Pusat akan dibagi berapa untuk masing-masing daerah termasuk untuk Kalteng” ujarnya H. Fahmi  di Palangaka Raya,Minngu(10/4/2022)

Menurut H. Fahmi, Umat Islam Indonesia dan di Kalteng  patut bersyukur karena pemberangkatan haji kembali dibuka. Pemerintah Arab Saudi memberikan jatah hanya 1 juta jemaah tahun ini, dengan ketentuan di bawah usia 65 tahun dan telah divaksin yang diakui Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

“Kemenag Kalteng melalui Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah(PHU) terus  melakukan persiapan, diantaranya dengan melakukan pembinaan manasik haji melalui program manasik sepanjang tahun, serta melakukan koordinasi dengan stake holder terkait seperti Imigrasi dan Dinas Kesehatan untuk mempersiapkan dan menjamin kesiapan CJH Kalteng pada waktunya nanti,” papar H. Fahmi

Sementara itu,Plt.  Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Kalteng H. Hasan Basri menagatakan daftar tunggu calon jamaah haji (CJH) regular Kalimantan Tengah berdasarkan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah per 31 Maret 2022 berjumlah 39.180 orang sedangkan haji khusus berjumlah 1.524 orang .

Lebih lanjut dikatakan H. Hasan Basri,daftar tunggu persiapan haji selalu dilakukan, diantaranya mengintensifkan dan memasifkan pelaksanaan program manasik haji.

“Selain itu, tidak hanya bimbingan manasik haji, kami juga turut mengkoordinasi jamaah-jamaah haji yang paspornya sudah kadaluwarsa atau habis masa berlakunya untuk diperpanjang yang merupakan imbas dari batalnya pelaksanaan haji selama dua tahun. Sehingga banyak paspor jamaah haji kita yang masa berlakunya sudah habis  Tutupnya.
(Mul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here