Sampit Expos55.com Rencana pengerukan alur Mentaya oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, bersama mitranya, disambut antusias pelaku usaha pengguna jasa kepelabuhanan.

“Pengerukan alur baru ini merupakan langkah inovatif dan terobosan luar biasa dari Pemkab Kotim,” kata Penasihat Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI)┬áKalimantan Tengah, H Zulkifli Nasution dihubungi dari Sampit, Jumat.

Potensi sektor kepelabuhanan di Kotawaringin Timur dinilai sangat besar. Tidak berlebihan jika kabupaten ini dijadikan pintu gerbang dan barometer perekonomian Kalimantan Tengah.

Selama ini potensi sektor kepelabuhanan belum bisa digarap maksimal. Kendala utamanya adalah pendangkalan Sungai Mentaya yang membuat alurnya hanya bisa dilewati oleh kapal-kapal besar saat sungai dalam kondisi pasang.

Kondisi ini membuat alur Mentaya hanya bisa dimanfaatkan sekitar enam hingga tujuh jam dalam sehari. Dampaknya sangat besar terhadap kegiatan perekonomian, khususnya yang memanfaatkan transportasi laut menuju maupun dari daerah ini.

Bagi pelaku usaha, situasi ini menimbulkan biaya tinggi. Apalagi “demurrage” atau penambahan biaya terkadang tidak bisa dihindari akibat kapal harus menunggu kondisi pasang surut maupun giliran untuk sandar di pelabuhan.

Kelancaran alur sangat menentukan dalam distribusi barang dan jasa melalui kapal laut. Jika alur bisa dilewati lancar setiap saat maka aktivitas kapal akan terus meningkat sehingga membawa dampak luas terhadap perekonomian daerah dan masyarakat.

Zulkifli sangat mendukung rencana pengerukan alur baru tersebut. Pria yang pernah menjabat Ketua Umum DPD Organda Kotawaringin Timur ini yakin alur baru tersebut nantinya akan membawa dampak signifikan terhadap aktivitas perekonomian di daerah ini yang diharapkan juga dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kelancaran masuknya kapal berukuran besar dengan draft yang dalam memasuki alur, pasti akan menjadikan ekonomi Kotim lebih efisien dan kompetitif,” ucap Zulkifli.

Pengusaha yang pernah menjabat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotawaringin Timur ini menyebut Kotawaringin Timur mempunyai potensi besar di bidang ekonomi. Jika dikelola dengan baik, dia yakin Kotawaringin Timur akan menjadi kekuatan besar ekonomi Kalimantan Tengah.

Pengerukan alur Mentaya atau disebut dengan program tol sungai itu dinilai menjadi langkah baru untuk membawa perubahan signifikan kemajuan ekonomi Kotawaringin Timur. Dia mengingatkan langkah ini perlu melibatkan dan memperhatikan kondisi dunia agar semua pihak bisa saling mendukung.

“Seperti dalam hal tarif tol sungai Mentaya itu nanti harus proporsional,” kata Zulkifli.

Dukungan serupa diungkapkan Manajer PT Dharma Lautan Utama Cabang Sampit, Hendrik Sugiharto. Langkah ini dinilai menjadi terobosan yang akan membawa perubahan besar bagi perekonomian daerah.

“Semoga terealisasi. Dengan demikian, kapal-kapal dengan draft yang agak dalam dapat masuk alur tanpa hambatan,” kata Hendrik.

Hendrik menegaskan pihaknya mendukung rencana pengerukan alur baru tersebut meski aktivitas kapal-kapal roro yang mereka operasikan tetap memperhitungkan kondisi pasang surut sungai walaupun nantinya alur baru sudah bisa dilewati.

Dia menjelaskan, kapal milik PT Dharma Lautan Utama rata-rata dengan draft maksimal 4.3 meter bisa masuk alur karena penyesuaian prediksi atau panduan pasang surut air. Selain kondisi alur, kapal mereka juga harus memperhatikan kondisi ketinggian air di dermaga.

“Karena kita juga memastikan kondisi di dermaga bisa untuk kegiatan kami yaitu bongkar muat kendaraan. Karena kapal jenis roro yang dimiliki PT DLU tidak sama dengan kapal kargo yang ketika sandar bisa langsung bongkar muat,” jelas Hendrik.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menggandeng PT Kawan Selaras Sejahtera untuk mewujudkan program tol sungai dengan mengeruk alur baru di Sungai Mentaya yang diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp260 miliar.

Penandatanganan kerjasama ini dilakukan oleh bupati dengan Direktur Utama PT Kawan Selaras Sejahtera, Rudi Urip Santoso Basuki. Dalam kerjasama ini, pemerintah daerah diwakili PT Alur Mentaya Sejahtera yang merupakan anak perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Habaring Hurung.

Kerjasama ini antara PT Kawan Selaras Sejahtera dengan pemerintah daerah ini untuk membuat alur baru sehingga tidak mengganggu alur lama. Bagi kapal kecil tetap bisa menggunakan alur lama.

Jika alur baru sudah dikeruk maka bisa digunakan penuh selama 24 jam dalam sehari. Selain itu kondisinya akan terus diawasi dan dilakukan pemeliharaan dengan langsung dikeruk jika terjadi pendangkalan.

Pengerukan alur Mentaya ini diharapkan akan membuat perekonomian Kabupaten Kotawaringin Timur semakin meningkat dengan signifikan. Distribusi barang maupun jasa akan semakin lancar dan biaya akan turun, sehingga harga kebutuhan pokok yang didatangkan dari Pulau Jawa menjadi lebih murah. Selain itu, pemerintah daerah juga akan mendapat pemasukan dari kerjasama ini nantinya.

PT Kawan Selaras Sejahtera bersama mitranya diharapkan sudah mulai mengerjakan pengerukan alur pada awal 2022 sehingga diharapkan pada pertengahan 2022 sudah operasional.

“Ini juga harapan kita untuk meningkatkan pendapatan untuk daerah. PT KSS juga akan bagi hasil dengan daerah sehingga pemerintah daerah akan dapat pemasukan. Dobel, karena ini membuat arus kapal menjadi lancar dan daerah juga dapat pemasukan,” kata Halikinnor.

Direktur Utama PT Kawan Selaras Sejahtera, Rudi Urip Santoso Basuki mengatakan, pihaknya akan mengeruk alur baru dengan panjang 19 mil atau sekitar 27 kilometer. Jika sudah dikeruk maka alur baru tersebut bisa dilewati selama 24 jam penuh dalam sehari sehingga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian.

Nilai investasi atau besar biaya yang dibutuhkan akan diketahui secara jelas melalui hasil “feasibility study” atau studi kelayakan. Namun pihak investor memperkirakan pengerukan tersebut akan menghabiskan biaya sekitar Rp260 miliar.
(antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here