Palangka Raya Expos55.com Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kalimantan Tengah Shalahudin mengaku telah menghubungi dan meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalteng, agar segera melakukan penanganan terhadap keretakan cukup besar di jalur trans Kalimantan tepatnya di Km60 Muara Teweh-Puruk Cahu, yang diduga akibat longsor.

“Kami sudah mendapatkan informasi terkait keretakan di Jalan Nasional itu. Kami pun sudah menghubungi dan meminta pihak Balai agar segera menangani,” Shalahudin saat dihubungi di Palangka Raya, Rabu.

Walau belum membuat jalan nasional tersebut terputus total dan masih dapat dilalui, namun menurut dia, keretakan itu rawan terbelah menjadi semakin besar ketika dilintasi kendaraan berat. Keretakan itu bahkan relatif berbahaya bagi kendaraan yang melintas dengan kecepatan tinggi.

Shalahuddin mengatakan informasi dari pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalteng, sekarang ini sedang dipasang rambu-rambu penanda di sekitar jalan yang retak tersebut, menyiagakan alat berat dan sejumlah personel serta berkoordinasi dengan kepolisian setempat.

“Memperbaiki jalan itu memang wewenang Pemerintah Pusat melalui Balai. Makanya kami langsung berkoordinasi dan meminta dilakukan penanganan,” kata dia.

Kepala PUPR Kalteng itu pun mengimbau masyarakat yang sedang melintasi jalan Muara Teweh-Puruk Cahu, agar lebih berhati-hati dan memperhatikan rambu-rambu lalu lintas. Sebab, sekarang ini ada jalan yang mengalami retak di Km60 dan sedang dilakukan penanganan oleh pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalteng.

Sebelumnya beredar di sejumlah media sosial video berdurasi 21 detik yang menginformasikan adanya keretakan jalur trans Kalimantan tepatnya di Km60 Muara Teweh-Puruk Cahu. Di dekat keretakan itu pun ada sejumlah truk yang terhenti dan tidak berani melintasinya karena khawatir terjadi longsor apabila dilintasi.

(antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here