Palangka Raya Expos55.com Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo mengatakan, pemerintah pusat dan daerah, sejauh ini terus memonitoring perkembangan kasus Covid-19, sekaligus mengantisipasi sebaran apapun varian turunannya.

Saat ini jelas dia, virus Covid-19 varian Delta Plus AY.4.2 telah dilaporkan terdeteksi di Singapura dan juga menjadi kasus dominan di Inggris.

Sementara itu, berdasarkan data terkini dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga kini di wilayah Indonesia belum ada kasus positif Covid-19 yang disebabkan oleh turunan virus Covid-19 varian Delta B.1.617.2 tersebut.

“Varian Delta Plus baru dilaporkan ditemukan di 42 negara. Varian ini menjadi perhatian karena mudah menular hingga mampu memicu peningkatan kasus Covid-19 secara signifikan di luar negeri,” beber Andjar, Jumat (5/11/2021).

Bagaimana di Kota Palangka Raya untuk mengantisipasi varian delta itu. Tidak lain tegas Andjar adalah dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dan memastikan seluruh masyarakat telah tervaksin.

“Kunci pencegahannya yakni dengan disiplin dan segera capai herd immunity melalui vaksinasi”, tegasnya.

Disampaikan Andjar, khusus varian Delta Plus AY.4.2 sejauh ini memang belum ada data yang lengkap guna memastikan tingkat bahayanya. Namun ada lima hal utama yang harus diperhatikan ialah tingkat penularan, tingkat infeksi, potensi infeksi ulang, dampak diagnosis, serta dampak terhadap vaksin.

“Intinya, belum ada penanganan yang pasti terhadap varian itu. Lebih baik utamakan pencegahan dengan disiplin prokes dan ikut vaksinasi”, pungkasnya. (MC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here