Expos55.com AMUNTAI – Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, memiliki lahan rawa yang sangat luas, dimana lahan ini menjadi lahan pertanian saat musim kemarau.

Lahan rawa-rawa yang dijadikan lahan pertanian di kawasan Kecamatan Sungai Pandan dan Kecamatan Babirik mendapatkan pasokan air dari adanya Polder Alabio.

Ada lima mesin air yang digunakan untuk menyedot air dari alisan sungai negara untuk mengairi sekitar 6.000 hektar lahan pertanian.

Letaknya berada di Desa Teluk Betung, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten HSU, merupakan pusat kontrol dari pengairan lahan pertanian.

Petugas operasional polder Alabio Kabupaten HSU, Suryadi, Minggu (11/7/2021), mengatakan, lima mesin yang ada bekerja secara bergantian setiap hari dengan kapasitas 1.200 liter per detik.

“Mengairi lahan menunggu adanya permintaan dari Perkumpulan Petani Pemakai Air atau P3A. Kemudian disalurkan dan dialirkan menggunakan saluran air dan diatur menggunakan pintu air,” ujarnya.

Dalam satu kali permintaan, biasanya bisa menghidupkan mesin selama 10 jam, dan jika lahan pertanian luas bisa dua kali siang dan malam dengan bergantian beberapa mesin.

Untuk lahan pertanian yang memerlukan pasokan air Polder Alabio masih bisa melakukan pengairan dengan mengalirkan air yang diambil dari sungai negara. Namun saat penghujan, debit air di lahan rawa-rawa akan meningkat dan menggenangi lahan pertanian.

Aliran drainase yang dimiliki oleh Polder Alabio masih belum bisa untuk mengurangi debit air di lahan pertanian.

Fasilitas yang menjadi wewenang dari Balai Sungai Kalimantan Selatan ini juga memiliki pintu air yang ada di Kecamatan Babirik. Namun,  masih belum bisa difungsikan secara maksimal.

Dengan belum bisa membuang air yang ada di lahan pertanian, mengakibatkan petani yang memanfaatkan lahan rawa-rawa hanya bisa melakukan tanam sebanyak satu kali dalam satu tahun.

Ditambahkan Suryadi, perlu adanya pengerukan pada aliran drainase agar saat mengalirkan air yang berlebih di lahan rawa-rawa bisa dilakukan.

“Saat membuang air melalui pintu drainase juga berakibat pada lahan yang berada di luar Polder Alabio, hal ini juga menjadi kendala,” ujarnya.

Jika drainase bisa difungsikan maksimal, maka kemungkinan lahan pertanian bisa untuk melakukan tanam dua kali dalam satu tahun.
(Bpost)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here