Palangkaraya, Expos55.com. Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) merupakan daerah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup yang tinggi, dikarenakan sebagian besar wilayahnya merupakan tanah gambut sehingga diperlukan kerjasama antara instansi terkait tentang penegakkan hukum terpadu pelaku tindak pidana karhutla di Provinsi Kalteng.

Bertempat di Aula Arya Dharma Mapolda Kalteng, Rabu (02/06/2021) pukul 08.00 wib, Polda Kalteng menggelar penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan instansi terkait tentang penegakkan hukum terpadu pelaku tindak pidana karhutla.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., MM., Wakapolda Brigjen Pol. Ida Oetari Poernamasasi, S.AP., MA, Irwasda Kombes Pol. Iman Prijantoro, SH., Aspidum Kejaksaan Tinggi Kalteng I Wayan Gedin Arianta, SH., MH., Kadis Kehutanan Provinsi Kalteng Sri Suwanto, MS. dan narasumber dari Dittipidter Bareskrim PolriAKBP Kuryanto, SSi.

Kapolda menyampaikan, bahwa dalam mengantisipasi karhutla di wilayah Kalteng diperlukan kesiapsiagaan baik personel maupun sarana prasarana serta meningkatkan kolaborasi dan kerjasama yang baik dengan stakeholder terkait upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

‚ÄúSelain menyamakan pemikiran dalam penegakan tindak pidana karhutla, kesempatan ini juga dimanfaatkan sebagai tempat pembinaan dan peningkatan kemampuan penyidik Reskrim dalam penegakan hukum karhutla di wilayah hukum Polda Kalteng,” terangnya.

Lebih lanjut, Dedi berharap kepada seluruh peserta agar dapat memanfaatkan waktu pelatihan yang singkat ini dengan baik dan dapat berdiskusi dengan narasumber maupun instruktur dan penyidik lainnya terkait dengan kendala/permasalahan yang dihadapi dalam penyidikan perkara karhutla sehingga mendapatkan solusi pemecahannya untuk dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas di lapangan. (Tribratanews.kalteng/red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here