Palangkaraya expos55.com Seiring permasalahan kemitraan perkebunan kelapa sawit antara warga yang telah menyerahkan lahannya kepada PT. Satria Abdi Lestari, sebuah perusahaan perkebunan besar kelapa sawit yg lokasi kebunnya di kab. Barito Utara tidak kunjung selesai,

Bung Harianja, Direktur LSM Forum Komunikasi Masyarakat Pembangunan Barito Utara (FKMP Batara) berpendapat bahwa seringnya konflik antara warga dengan investor Usaha Perkebunan Besar, salah satunya karena kurangnya perhatian dan ketegasan Pemerintah untuk memberikan rasa keadilan melindungi masyarakat nya dan melindungi investor.

Siapapun, bukan hanya pemerintah, sangat mengharapkan hadirnya investor ke daerah, sebab dengan adanya kehadiran investor, maka akan berdampak pada kebangunan ekonomi dan akan terjadi transfer teknologi dari manajemen usaha kepada masyarakat sekitar perusahaan.

Akan tetapi, fakta bahwa  kehadiran investor justru menciptakan konflik dan sasaran dan cita cita atas kehadiran investor menjadi kabur bahkan menimbulkan konflik berkepanjangan.
Saya berpendapat bahwa terjadinya konflik antara warga dengan investor Usaha

Perkebunan kelapa sawit ada beberapa faktor: pertama mekanisme dan prosedur masuknya investor ke masyarakat  tidak tersosialisasikan dengan baik, tamu (investor) tidak transfaran tentang profil dan orientasi bisnis dan sosial perusahaa, ketiga pihak pemerintah tidak memberikan pelayanan yang adil, terkesan melindungi investor.

Apabila  situasi seperti ini dibiarkan oleh pemerintah yang sepatutnya lebih memiliki andil maka potensi konflik horizontal akan sangat besar.

Oleh karenanya, masih menurut Bung Hari, sebuan akrab aktivis Barito Utara ini, peran pemerintah tentu sangat di harapkan memberikan perhatian dan pembelaan terhadap hak hak masyarakat tanpa juga melukai cita cita usaha investor.

Investor yang diharapkan oleh masyarakat adalah investor yang jujur dalam menjalankan usahanya dan investor yang menghormati peri kehidupan, adat istiadat dan budaya lokal. Sehingga masyarakat sangat berharap pemimpinya adalah sosok pemimpin yang peduli dan memperhatikan serta mampu melepaskan masyarakatnya dari cengkeraman investor berhati feodal.

Oleh karena itu kebetulan tahun ini tahun politik, tahun pemilihan gubernur Kalimantan tengah, dan memperhatikan  banyaknya warga yang menjadi mitra perkebunan sawit, bung Harianja meminta kepada seluruh petani mitra perkebunan sawit untuk hati hati memilih gubernur.

Pilih calon Gubernur yang dengan tegas memperhatikan, peduli dan siap memperjuangkan hak hak warga.
Siapa calon gubernur yang mau menandatangani kontrak politik untuk membela hak hak mitra perkebunan kelapa sawit, itu lah pemimpin yang kita pilih.
(Anung/Dyat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here