Expos55.com Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, pandemi covid-19 telah memberi dampak yang cukup signifikan bagi kehidupan sosial maupun ekonomi msyarakat.

Kondisi ini kata dia dapat dilihat dari banyaknya bidang usaha yang terpuruk, begitupun tenaga kerja ikut terdampak akibat adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) ataupun terpaksa dirumahkan oleh pihak yang mempekerjakan.

“Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Palangka Raya, terhitung sampai dengan bulan april 2020 lalu tercatat sebanyak 1.877 orang tenaga kerja di Palangka Raya mengalami pemutusan hubungan kerja,”bebernya, Selasa (1/9/2020).

Banyaknya tenaga kerja yang di PHK tersebut lanjut Fairid, tentu sebagai akibat dari terhentinya roda kegiatan maupun aktivitas usaha akibat pengaruh meluasnya penyebaran pandemi covid-19.

Bila mengacu laporan Badan Pusat Statistik (BPS) dimana sampai dengan bulan Agustus 2020 tercatat pertumbuhan ekonomi Indonesia (minus) -5,32%,.

“Kondisi penurunan perekonomian secara global itu otomatis dirasakan pergerakannya di kota Palangka Raya,”jelasnya.

Sebab itulah lanjut Fairid, strategi dan upaya dalam pemulihan ekonomi terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, tidak hanya dalam berbagai bidang usaha ekonomi, namun juga bagi tenaga kerja yang selama beberapa bulan terakhir terdampak pandemi covid-19.

“Dimasa adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini, maka sektor usaha masyarakat maupun kemandirian tenaga kerja, harus didorong bangkit. Kita harus optimis roda perekonomian kembali berputar,”tegasnya.

“Hanya saja, seiring upaya memulihkan ekonomi maupun memulihkan kondisi sumber daya manusia, maka semua pihak tetap memperhatikan, mengikuti dan melaksanakan protokol kesehatan covid 19. (MC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here