Expos55.com Palangka Raya – Petugas Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Palangka Raya kembali melakukan pemeriksaan terhadap ikan kering dan ikan basah serta produk mie di tiga lokasi, Rabu (23/9/2020).

Pertama, petugas gabungan yang terdiri dari stasiun karantina ikan, BPOM, Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, dan Dinas Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah ini mengambil sampel di wilayah Pasar Besar.

Kemudian sekitar pukul 08.30 WIB dilanjutkan ke pasar di belakang BRI, Jalan Ahmad Yani dan terakhir di Pasar Besar. Hasilnya ada 21 sampel yang diambil dari pedagang.

Kegiatan rutin tiga bulan sekali ini langsung dipimpin Inspektur Mutu pada Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Palangka Raya, Fakhrizal.

Karena masih pandemi Covid-19, maka pemeriksaan sampel tidak dilakukan langsung di lokasi jualan pedagang, tapi difokuskan di Kantor UPT Pasar Kahayan.

Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Palangka Raya, Iromo mengatakan dari 21 sampel yang diperiksa ini ternyata ada 4 sampel yang positif mengandung zat berbahaya seperti formalin.

Dengan hasil ini maka instansi terkait akan memberikan teguran sekaligus pembinaan agar pedagang tersebut tidak menjual lagi ikan yang mengandung zat berbahaya. (MC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here