Palangka Raya Expos55.com Kondisi pandemi Covid-19 yang masih naik turun dan belum berakhir membuat sekolah menyesuaikan kegiatan pembelajaran. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen yang sudah berlangsung pada awal semester genap ini telah disesuikan menjadi PTM 50 persen pada awal Februari 2022.

Bahkan merespon dan mewaspadai situasi yang belum juga membaik, pada pertengahan Februari 2022 sekolah terpaksa menghentikan PTM dan kembali melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Guna mengevaluasi PTM dan PJJ yang telah berlangsung, maka para guru SMAN 5 Palangka Raya menggelar rapat evaluasi. Rapat yang dihadiri pengawas pembina, kepala sekolah, dan para guru ini berlangsung pada Rabu, 16 Februari 2022 di aula sekolah.

Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Ramli membuka rapat dan memberikan pengarahan. Ia menjelaskan dalam kondisi yang berubah-ubah ini pembelajaran harus tetap berlangsung secara efektif.

“Untuk sementara kita kembali ke PJJ daring. Semua guru harus tetap penuh semangat dan disiplin dan bisa menyesuaikan diri dengan kondisi yang berlangsung. Guru harus tetap memaksimalkan kinerjanya dengan menyelenggarakan pembelajaran efektif dengan memanfaatkan perangkat atau media yang bisa digunakan. Inovasi dan kreativitas juga harus terus dilakukan agar bisa memberikan inspirasi untuk siswa meningkatkan semangat belajarnya sehingga kompetensi terbaik tetap tercapai,” tuturnya memotivasi.

Terkait dengan itu, Wakasek Kurikulum, Yumiasi Tara menjelaskan pihaknya telah beberapa kali menyesuai jadwal terkait pelaksanaan PTM Terbatas 100 persen, PTM Terbatas 50 persen, dan kini kembali ke PJJ daring.

“Kita selalu mengingatkan rekan-rekan guru untuk tetap disiplin menyelenggarakan pembelajaran. Kondisi yang berubah-ubah kita harapkan tidak menurunkan semangat untuk memfasilitasi pembelajaran kepada para siswa,” katanya.

Selanjutnya Pengawas Pembina Disdik Provinsi Kalteng, Rusnanie mengajak para guru tetap tenang dan menjaga semangat dengan gembira dalam situasi pandemi yang sudah berlangsung lama ini. Guru diharapkan tidak terlalu takut terhadap Covid-19 yang justru bisa melemahkan daya tahan tubuh. Meski demikian protokol kesehatan juga tetap dilaksanakan secara ketat.

“Tetaplah bersemangat melaksanakan tugas dengan gembira agar karena itu bagian dari menjaga agar badan kita tetap sehat,” tuturnya menyemangati.

Ia juga menekankan agar para guru tetap bekerja keras penuh disiplin serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME. Kerja keras, disiplin, iman, dan takwa yang terus konsisten dan ditingkatkan adalah kunci sukses. Oleh karena itu para guru harus terus berusaha mewujudkannya.

Dari dialog dalam rapat itu terungkap bahwa sesungguhnya para guru, siswa, dan orang tua tetap mengharapkan PTM bisa berlangsung agar pembelajaran lebih efektif dan lebih berkualitas. Namun sekolah tetap harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan kondisi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan tanpa mengesampingkan kedisiplinan dalam pembelajaran. (MC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here