Palangka Raya Expos55.com  Pemerintah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, terus memperketat pengawasan terhadap peredaran bahan pangan di kota setempat terutama selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1443 Hijriah.

“Pengetatan pengawasan itu kami lakukan untuk memastikan tidak ada kelangkaan pasokan bahan pangan,” kata Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin di Palangka Raya, Jumat.

Dia menerangkan, pengetatan itu dilakukan dengan semakin mengintensifkan pengawasan baik di tingkat distributor, agen hingga para pedagang eceran.

“Pengawasan itu juga untuk memastikan tidak ada oknum distributor, agen ataupun pedagang uang memanfaatkan permainan stok pangan untuk tujuan mempermainkan harga,” katanya.

Apalagi, lanjut dia, di momen Ramadhan hingga Idul Fitri kebutuhan masyarakat meningkat tajam, sehingga sangat berpotensi terjadi permainan stok dan harga bahan pangan di pasaran.

Secara umum kondisi harga bahan pangan di pasar tradisional di kota setempat cenderung stabil. Kenaikan terpantau terjadi pada daging sapi dari Rp135.000 per kilogram menjadi Rp140.000 per kilogram.

Sementara cabai rawit hijau dan merah turun dari Rp100.000 per kilogram menjadi Rp80.000 per kilogram. Kemudian bawang merah juga turun dari Rp34.000 per kilogram menjadi Rp30.000 per kilogram.

Dia pun meminta pihak terkait lainnya termasuk masyarakat turut melakukan pengawasan, jika menemukan indikasi kecurangan atau penurunan stok bahan pangan dapat segera melaporkan ke pemerintah kota.

“Jika terdapat oknum yang terbukti memanfaatkan momen Ramadhan dan Lebaran untuk mencari keuntungan pribadi akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Kepala daerah termuda di wilayah Provinsi berjuluk “Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila” itu juga meminta warga setempat tidak panik dalam berbelanja.

Pria yang merupakan pembalap “road race” itu juga meminta warga di “Kota Cantik” berbelanja sesuai kebutuhan, tidak berebut dan selalu taat antrean. Selain itu, dia juga meminta warganya tidak mudah terhadap informasi di media sosial terkait kondisi stok atau perubahan harga tanpa sumber yang jelas.

“Jangan berbelanja berlebihan, apalagi menimbun sembako. Kondisi ini akan mempengaruhi stok yang dapat berimbas pada melonjaknya harga di pasaran,” demikian Fairid.
(ant/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here