Palangka Raya Expos55.com Peningkatan infrastruktur jalan di kawasan food estate di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah meningkatkan peningkatan perekonomian rakyat.

“Adanya program food estate ini sangat berdampak positif, selain peningkatan ekonomi rakyat, perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah itu terus ditingkatkan,” kata Gubernur Sugianto Sabran di sela-sela peninjauan food estate di Desa Belanti Siam, Senin.

Sugianto berkunjung didampingi wakilnya Edy Pratowo beserta Pelaksana Tugas Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang. Rombongan melakukan kunjungan untuk memantau perkembangan program strategis nasional lumbung pangan food estate.

Orang nomor satu di lingkup Pemprov Kalteng itu mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan pemerintah pusat, terutama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam peningkatan infrastruktur jalan pertanian.

Kehadiran proyek strategis nasional itu juga membuat perkembangan lumbung pangan akan berjalan lancar karena ditunjang dengan infrastruktur yang memadai dan terus ditingkatkan.

“Dengan peningkatan infrastruktur jalan ini juga salah satu menyukseskan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang digaungkan oleh pemerintah pusat di tengah pandemi COVID-19,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Tengah Hardi Siahaan, mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan peningkatan dan pelebaran jalan di Kabupaten Pulang Pisau ke arah Desa Belanti Siam sepanjang 41 kilometer. Kegiatan itu bertujuan untuk mendukung percepatan lumbung pangan nasional dan food estate yang ada di wilayah setempat.

“Saat ini kami melakukan peningkatan dan pelebaran jalan Desa Belanti Siam ini sepanjang 41 km, menuju ke food estate sebagai penunjang dan mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional,” kata Hardi.

Ditegaskan Hardi, jalan sepanjang 41 km yang terus digenjot sesuai aturan akan selesai pada Desember 2021. Anggaran sebelumnya sempat dilakukan pengurangan yang seharusnya dianggarkan sekitar Rp800 miliar, kini menjadi Rp600 miliar.

Dana sebesar itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). Kontrak pembangunan infrastruktur jalan di kawasan setempat tersebut sampai 2022, karena ada pengurangan anggaran maka akhir Desember harus sudah selesai.

“Saat ini terus digenjot dan dilakukan secara bertahap, sehingga pengerjaan jalannya nantinya selesai sesuai dengan target,” ucapnya.

Ditambahkan Kepala Dinas PUPR Kalteng Shalahuddin, dirinya ditugaskan gubernur untuk memantau aktivitas perbaikan jalan. Berbagai ruas yang dipantau mulai dari pengerukan, penimbunan hingga mulai pengerjaan perbaikan jembatan kayu akan dijadikan beton.

“Jalan yang dulunya kecil kini diperbesar menjadi delapan meter, yakni enam meter untuk aspal,” ucapnya.

Saat ini secara bertahap peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan sudah dikerjakan.

“Pak gubernur terus mendorong untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian PUPR proyek tersebut agar terlaksana dengan baik. Proyek APBN ini dikerjakan sampai akhir tahun 2021, baik di Pulang Pisau dan Kapuas untuk mendukung program strategis nasional food estate,” demikian Shalahuddin.
(antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here