Expos55.com Palangka Raya – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLPH) Ahmad Zaini mengatakan, Kota Palangka Raya adalah salah satu wilayah dengan indek kualitas lingkungan hidup yang masih baik.

“Indeks kualitas lingkungan hidup Kota Palangka Raya masih tergolong baik. Kalaupun ada masih kategori pencemaran ringan,”kata Zaini, usai sosialisasi pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3) berdasarkan Permen Nomor 22 Tahun 2021 di ruang PK II, Senin (5/7/2021).

Namun terlepas dari itu sambung dia, kualitas lingkungan Kota Palangka Raya harus dijaga bersama. Terutama dalam hal menata, mengelola terhadap limbah sampah, ataupun bahan berbahaya dan beracun lainnya.

Adapun terkait dengan pengelolaan LB3 di Kota Palangka Raya sejauh ini jelas dia, sudah cukup baik. Namun alangkah baiknya didukung adanya peraturan yang mengatur secara detail dalam hal pengelolaan termasuk di dalamnya regulasi untuk pelaku usaha dalam hal pengelolaan limbahnya.

“Regulasi itu sangat baik diberlakukan bagi hotel-hotel, rumah sakit, serta pelaku usaha lainnya yang berhubungan dengan produksi limbahnya. Sehingga itu ada parameter dan aturan mengatur hal tersebut,”tegasnya.

Dikatakan, untuk mengimplementasi peraturan pemerintah, maka perlu sosialisasi kepada pelaku usaha agar mendapat pemahaman terkait LB3 ini.

“Dengan begitu secara otomatis indek kualitas lingkungan hidup Kota Palangka Raya akan semakin baik dan dapat terjaga,”tambahnya.

Pada kesempatan itu Zaini menyampaikan, pihaknya telah mengambil uji sampel di tiga sungai besar di Kota Palangka Raya, yakni Sungai Rungan, Kahayan, dan Sebangau guna mengetahui sejauh mana tercemarnya lingkungan akibat limbah domestik masyarakat.

“Khusus untuk tingkat pencemaran Sungai Kahayan masih dalam kategori ringam.Artinya masih dalam batas yang wajar. Namun perlu pengendalian dampak pencemaran,”pungkasnya. (MC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here