Expos55.com Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyerahkan hewan kurban sebanyak 15 ekor sapi dan 4 kambing untuk masyarakat.

Hewan kurban diserahkan Fairid secara simbolis
di Rumah Potong Hewan Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sebangau, Senin (19/7/2021).

“Tahun ini sangat terbatas karena adanya pandemi Covid-19, semoga tetap bisa memberikan manfaat. Hewan kurban ini ada dari Pemko dan juga dari pihak swasta,” kata Fairid.

Fairid mengatakan, dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha setiap umat Muslim dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban.

Setelah itu, daging kurban tidak hanya disantap bersama keluarga tapi juga dibagikan kepada tetangga, saudara, serta orang-orang yang membutuhkan.

“Sesuai makna dari kata kurban maka selain mendekatkan diri kepada Allah SWT, Idul Adha juga merekatkan kebersamaan kita untuk saling tolong menolong,” ucapnya.

Hari Raya Idul Adha Tahun 1442 hijriyah menurut jadwal kalender akan jatuh pada 20 juli 2021. Perayaan Hari Raya Kurban tahun ini adalah kali kedua yang sangat berbeda dengan pelaksanaan tahun – tahun sebelumnya. Karena Hari Raya Kurban ini diselenggarakan di tengah Pandemi Covid-19.

Fairid berpesan, kepada seluruh
masyarakat Kota Palangka Raya agar kebahagiaan kita dalam menyambut Hari Raya Idul Adha seiring dengan perhatian kita terhadap upaya pencegahan penularan virus covid-19.

Mulai dari standar kesehatan di pasar – pasar hewan baik untuk penjual maupun pembeli. Kemudian penerapan protokol kesehatan saat penyembelihan hewan kurban baik bagi petugas kurban, maupun bagi pengkurban. Hingga pembagian daging ke masyarakat, serta standar kesehatan setelah semua proses berakhir. Semua proses itu dilakukan dengan prinsip utama: pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan pakai sabun. Sebagai upaya menghindari penularan covid-19. Tentu kita semua tidak menghendaki adanya klaster baru covid-19 yang berasal dari aktivitas perayaan Hari Raya Idul Adha di Kota Palangka Raya.

“Kepada petugas berwenang beliau berpesan, tentu di lapangan akan banyak dinamika yang terjadi. Untuk itu berbagai kendala yang muncul agar diselesaikan dengan cara-cara yang efektif, tepat, terukur, dan proporsional dengan pendekatan humanis, “pungkas Fairid. (MC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here