Sampit Expos55.com Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah didorong lebih gencar menggali dan meningkatkan pendapatan asli daerah atau PAD agar sumber pembiayaan pembangunan bisa kembali membaik.

“Kami mendorong Bapenda dan instansi pemungut retribusi daerah untuk bekerja keras meningkatkan PAD. Saat ini anggaran untuk pembiayaan pembangunan cukup terbatas akibat imbas pandemi COVID-19,” kata Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Rudianur di Sampit, Rabu.

Saat rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026, Rudianur mengaku sengaja menyampaikan pesannya kepada pihak eksekutif untuk bekerja keras meningkatkan PAD.

Saat ini perekonomian daerah terimbas pandemi COVID-19 yang melanda sejak Maret 2020 lalu. Situasi ini juga berdampak terhadap pendapatan daerah sehingga menurun drastis.

Kondisi yang mengharuskan memprioritaskan anggaran untuk penanganan COVID-19, juga membuat pengalokasian anggaran untuk pembangunan juga semakin terbatas. Padahal, pembangunan fisik seperti infrastruktur juga dibutuhkan untuk menunjang pemilihan ekonomi masyarakat.

Politisi Partai Golkar ini berpendapat, solusi yang bisa ditempuh adalah bekerja keras meningkatkan PAD. Dia yakin masih banyak potensi sumber PAD yang bisa digali dan dioptimalkan.

Dia mencontohkan, aktivitas galian C yang marak saat ini, seharusnya menjadi salah satu potensi yang bisa dioptimalkan untuk membantu PAD. Jika ternyata ada aktivitas ilegal, pemerintah daerah bisa melakukan pembinaan dan mendorong mereka untuk segera mengurus perizinan sehingga aktivitas mereka nantinya akan berkontribusi terhadap pendapatan daerah.

Rudianur mengakui situasi saat ini memang cukup sulit karena hampir semua sektor ikut terdampak pandemi COVID-19. Namun, sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah terus bekerja keras karena pembangunan daerah harus terus berjalan.

Bupati Halikinnor saat serah terima jabatan tiga kepala satuan organisasi perangkat daerah awal pekan tadi mengakui PAD saat belum sesuai harapan. Dia menyebutkan saat ini realisasi PAD baru sekitar Rp26 miliar padahal targetnya mencapai Rp276,7 miliar.

“Makanya saya sudah memerintahkan seluruh SOPD untuk lebih kreatif. Bagaimana dengan keterbatasan personel dan anggaran di tengah situasi saat ini, tetapi kita tetap mampu bekerja maksimal. Itu yang baru luar biasa,” kata Halikinnor.

Dia memerintahkan seluruh satuan organisasi perangkat daerah pemungut pajak daerah dan retribusi daerah meningkatkan sinergitas dalam memaksimalkan realisasi PAD. Dia yakin dengan koordinasi dan komunikasi yang baik, hasilnya akan lebih optimal.
(antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here