Kuala Kurun Expos55.com Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan bakal mengembangkan delapan kelompok program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang tersebar di delapan lokasi di wilayah setempat.

“Pada tahun 2021 lalu program P2L menyasar delapan kelompok di sejumlah desa dan kelurahan. Untuk 2022 ini kami akan mengembangkan delapan kelompok tersebut,” ucap Kepala DPKP Gumas Hansli Gonak saat dihubungi dari Kuala Kurun, Jumat.

Dia menjelaskan, P2L adalah kegiatan yang dilaksanakan kelompok masyarakat secara bersama-sama dalam mengusahakan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan, untuk meningkatkan ketersediaan dan akses pangan sebagai sumber pendapatan keluarga.

Kegiatan P2L dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanganan daerah prioritas intervensi stunting atau penanganan prioritas daerah rentan rawan pangan atau pemantapan daerah tahan pangan.

Kegiatan P2L bertujuan meningkatkan ketersediaan, akses dan pemanfaatan pekarangan untuk menghasilkan pangan keluarga sesuai kebutuhan pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman, serta meningkatkan pendapatan karena hasil panen dapat dijual.

Kegiatan P2L meliputi pengadaan sarana pembibitan, pengembangan demplot, kegiatan pertanaman, dan pasca panen. Masing-masing kelompok mendapat bantuan dari pemerintah pusat, serta swakelola oleh anggota dengan pendampingan Tim Teknis DPKP dan Penyuluh Pertanian Lapangan.

“2022 ini ada bantuan untuk tambahan demplot. Nilainya mungkin tidak besar, namun kami harap bisa membantu pengembangan kelompok P2L,” kata pria yang pernah menjabat Camat Kurun ini.

Delapan kelompok tersebut tersebar di Desa Tumbang Sian Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Kelurahan Sepang Simin Kecamatan Sepang, Desa Tumbang Tariak Kecamatan Kurun dan Desa Sumur Mas Kecamatan Tewah.

Kemudian di Kelurahan Tumbang Marikoi Kecamatan Damang Batu, Desa Luwuk Tukau Kecamatan Manuhing Raya, Desa Bereng Baru Kecamatan Rungan, dan Desa Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat.

Sebelumnya, Bupati Gumas Jaya S Monong mengimbau kelompok yang telah menjadi sasaran program P2L agar memanfaatkan berbagai sarana prasara yang ada, supaya program ini berhasil.

Dengan adanya sarana prasarana rumah bibit  P2L maka diharapkan dapat menjadi sumber bibit yang bisa ditanam di polybag atau pekarangan rumah untuk anggota kelompok dan masyarakat sekitar.

“Hasil panen kelompok tani nantinya bisa dijual sehingga menjadi sumber pendapatan bagi kelompok,” kata orang nomor satu di kabupaten bermoto ‘Habangkalan Penyang Karuhei Tatau’ ini.
(ant/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here