Kuala Kurun Expos55.com Saat ini, minyak goreng di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) masih dalam kondisi aman atau berada di zona biru. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Polres Gumas, turun mengecek stok minyak di distributor dan toko di wilayah setempat.

Bupati Gumas Jaya S Monong melalui Kepala Disperindag Luis Eveli mengatakan sebagai langkah antisipasi kelangkaan, pihaknya bersama pihak Polres Gumas turun melakukan pemantauan. Walaupun, di wilayah Kalteng khususnya di bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau ini masih dalam zona biru.

“Pemantauan ini kami lakukan rangka kita mengantisipasi kelangkaan minyak goreng, walaupun wilayah kita masih zona biru. Kemudian, kita tidak sepenuhnya minyak goreng dari pulau Jawa, berdasarkan data kita di Kalteng ada tujuh atau enam produsen minyak goreng yang memang ini nanti dapat membantu kita,” ucap Luis Evelie, dibincangi, Kamis (17/3).

Terlepas hal itu, kata dia, pihaknya tetap mengantisipasi sebagai langkah lanjutan yakni menghubungi pihak produsen secara lisan, dalam hal ini PT Citra Borneo Utama di Pangkalan Bun, dan pihak perusahaan ini pun sudah bersedia. Hanya saja, katanya, kebutuhan yang secara menyeluruh dan keterbatasan distribusi dan sekarang masih di Palangka Raya.

“Keinginan kita tetap mengusahakan dan walaupun antrian kita masih berusaha untuk antisipasi kelangkaan itu, dan kita sudah sudah menyurati secara tertulis, bahwa kita tahap pertama itu, prioritaskan di Kurun dulu, sekitar 16 ribu ton,” jelas dia.

Kendati begitu dia menyarankan untuk masyarakat agar tidak panik buying. Sehingga, ini yang menjadi langka dan menimbulkan penumpukan-penumpukan dari masyarakat. Padahal, distribusi di Gumas tidak terjadi kelangkaan dan masih seperti biasa dan diharapkan jangan sampai terjadi penumpukan.

Sementara itu, Kapolres Gumas AKBP Irwansah mengakui pihaknya akan menjamin pendistribusian minyak goreng ini tetap aman, kemudian indikasi pengiriman ke luar itupun masih belum ada ditemukan. Kemudian, dia harapkan masyarakat agar tetap seperti biasa, sehingga nantinya tidak akan menimbulkan kepanikan.

“Kami senada dengan Kepala Disperindag, masyarakat jangan sampai terjadi panik buying. Lalu manfaatkan minyak goreng itu sesuai keperluan yang ada, karena ini untuk kemaslahatan kita bersama, kita saling mendukung program dari pemerintah,” ujarnya.

Kemudian, tambah dia, memang sampai sekarang ini untuk informasi penimbunan minyak goreng ke pihak Polres Gumas belum ada. Namun, pihaknya tetap menyarankan agar tidak melakukan penimbunan, sehingga tidak terjadi kelangkaan.

“Memang sampai saat ini kami belum menemukan keluhan, sehingga kami belum prdiksi mendapatkan kelompok-kelompok orang tertentu yang memanfaatkan situasi yang menimbun, dan sampai saat ini masih relatif aman,” tandas dia.
(KT/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here