Muara Teweh Expos55.com Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, berencana membangun bendungan yang terletak di Desa Haragandang Kecamatan Lahei yang merupakan salah satu yang berada di pedalaman Sungai Lahei (anak Sungai Barito).

“Tentu dengan dibangunnya bendungan akan berdampak pada tergalinya potensi sumber daya alam lainnya,” kata Bupati Barito Utara ¬†Nadalsyah sebelum berangkat meninjau rencana lokasi bendungan di Desa Haragandang di rumah jabatan bupati setempat di Muara Teweh, Rabu.

Menurut dia, dengan bendungan itu maka dapat dikembangkan potensi pertanian dan perikanan serta lainnya.

“Semoga apa yang kita rencanakan dapat terwujud demi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Barito Utara,” kata Nadalsyah.

Bupati dan sejumlah pejabat terkait  meninjau rencana pembangunan bendungan dan potensi sumber daya alam (SDA) lainnya yang ada di desa setempat dan rombongan direncanakan akan menginap di Desa Haragandang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Barito Utara Muhammad Iman Topik  mengatakan pengecekan infrastruktur dan SDA yang dilaksanakan pada hari ini di Desa Haragandang berada di titik Kilometer 75 jalan perusahaan PT Wiki.

“Informasi dari Desa Haragandang mereka menamakan dan menginisialkan titik tersebut berada di lokasi Km 75 jalan PT Wiki,” katanya.

Untuk di ketahui, kata dia, rute jalan yang akan dilalui start dari rumah jabatan bupati menuju Kecamatan Lahei dan menyeberang menggunakan kapal ferry dan menuju titik berkumpul menuju Camp Wiki Luwe Hulu.

“Di Camp PT Wiki Luwe Hulu kita beristirahat sejenak untuk mengumpulkan dan mengatur rencana keberangkatan antara kendaraan roda dua dan roda empat dengan dikawal oleh patroli pihak perusahaan PT Wiki dan Ophir,” kata Topik.

Topik juga menjelaskan saat rombongan mobil bupati dan wakil bupati melintas dengan menggunakan jalan yang padat lalu lintas, pihaknya sudah memohon untuk saat rombongan melintas jalur tersebut akan di kosongkan sementara waktu.

“Jalan dikosongkan sementara, bukan berarti kita tidak mematuhi ketentuan yang berlaku di jalan perusahaan, tetap jaga, tetap perhatikan dan patuhi ketentuan rambu yang ada di jalan tersebut,” ucapnya.

Kadis PUPR menambahkan keberangkatan ini menggunakan jalur panjang pendek (jalan perusahaan).

“Kita naik, berarti kita menggunakan jalur panjang walaupun posisi jalan dinyatakan aman untuk dilalui karena jalan tersebut dilalui oleh banyak pihak termasuk masyarakat, oleh sebab itu keselamatan, kewaspadaan tetap di jaga oleh rekan masing-masing,” jelas Topik.

(antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here