Tamiang Layang Expos55.com Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah melalui Rumah Sakit Umum Daerah Tamiang Layang melayani vaksinasi dosis ketiga atau booster untuk masyarakat umum.

Sesuai dengan kebijakan pemerintah dan arahan Bupati Barito Timur, RSUD melaksanakan vaksinasi booster, kata Direktur RSUD Tamiang Layang, dr Vinny Safari di Tamiang Layang, Senin.

“Salah satunya kegiatan vaksinasi massal yang dilaksanakan pada tanggal 24-25 Februari 2022 dengan target 500 dosis,” jelasnya.

Menurutnya, bagi warga yang ingin mengikuti vaksinasi dosis ketiga harus memenuhi syarat diantaranya sudah vaksin dosis pertama dan kedua, membawa kartu vaksin dosis kedua dan identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta memenuhi jeda jarak waktu yang cukup dengan vaksinasi dosis kedua.

Sedangkan warga yang ingin mengikuti vaksinasi dosis pertama maupun kedua, tetap dilayani RSUD Tamiang Layang seperti biasanya. Warga juga bisa mengikuti vaksinasi di Puskesmas terdekat sesuai dengan wilayah tempat tinggal.

Ditambahkannya, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI menyatakan, dari hasil penelitian yang dilakukan bahwa vaksin terbukti mampu menurunkan risiko terinfeksi COVID-19, serta mengurangi perawatan dan kematian bagi tenaga kesehatan.

Vaksin memperlambat risiko infeksi COVID-19. Warga yang divaksinasi lengkap relatif memiliki ketahanan tubuh yang lebih lama untuk tidak terinfeksi COVID-19 dibandingkan warga yang belum sama sekali mengikuti vaksinasi.

“Warga yang sudah divaksin lengkap maupun sudah mengikuti vaksin booster juga diimbau tetap melaksanakan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas,” terangnya.

Tambahnya, protokol kesehatan itu juga penting, sama halnya dengan pentingnya vaksinasi. Pemerintah melaksanakan program vaksinasi untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif COVID-19.

“Sakali lagi kami imbau agar warga tetap melaksanakan protokol kesehatan karena kemungkinan orang terpapar virus akan tetap ada, namun kemungkinan besar tidak menjadi penderita dengan gejala parah maupun menyebabkan kematian,” paparnya.
(ant/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here