Expos55.com Palangka Raya – Kerja keras para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Kalteng Jaya terus memberikan hasil yang menggembirakan, khususnya untuk komoditas buah semangka. Saat ini dalam sekali panen bisa mencapai 100 ton.

Hasil panen yang melimpah ini diketahui saat Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Renson mengikuti panen semangka di Kelurahan Petuk Barunai, Kecamatan Rakumpit, Jumat (28/5/2021).

Selain untuk kebutuhan pasar lokal, Renson mengatakan hasil panen dari Kelompok Tani Kalteng Jaya ini juga dikirim ke kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah dan Provinsi Kalimantan Barat.

Renson mengatakan Kelompok Tani Kalteng Jaya didirikan akhir 2019 dan didaftarkan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya melalui penyuluh pendamping pada Januari 2020.

Luas lahan Kelompok Tani Kalteng Jaya ada 67 ha terdiri dari komoditi tanaman sawit 35 ha, pengembangan komoditi hortikultura berupa jeruk 6 ha, semangka 6 ha, cabai rawit 2 ha, dan kolam ikan 1 ha.

“Khusus hari ini kita melakukan panen bersama buah semangka. Buah semangka merupakan salah satu komoditas yang menjanjikan, karena dalam setahun bisa 3-4 kali panen dengan jumlah produksi kurang lebih 100 ton,” sebutnya.

Dia berharap pencapaian ini agar terus dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Kehadiran Kelompok Tani Kalteng Jaya bisa meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat.

“Saya juga berharap agar peralatan pertanian bisa terus ditingkatkan dengan teknologi modern, sehingga akan menambah jumlah produksi dan efektivitas pekerjaan para petani. Kemudian pemasaran hasil produk kelompok tani juga perlu untuk diperhatikan dengan seksama agar mendapatkan hasil yang maksimal,” tuturnya.

Pihaknya akan terus mendukung dan mendorong agar semakin banyak lagi kelompok tani seperti ini di Palangka Raya, karena Kota Cantik memiliki keunggulan geografis dengan luas wilayah terbesar pertama di Indonesia.

Tentunya keunggulan ini harus dimaksimalkan agar Palangka Raya menjadi role model bagi kota besar lainnya di Indonesia, khususnya soal produk pertanian dan ketahanan pangan.

“Karena pangan mempunyai arti dan peran sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa. Ketersediaan pangan yang lebih kecil dibandingkan kebutuhannya dapat menciptakan ketidakstabilan ekonomi. Berbagai gejolak sosial dan politik dapat juga terjadi jika ketahanan pangan terganggu. Kondisi pangan yang kritis ini bahkan bisa membahayakan stabilitas ekonomi dan stabilitas nasional,” tandasnya.
(MC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here