Palangka Raya Expos55.com Sebanyak 17 kelurahan di Kota Palangka Raya terendam banjir.Hal tersebut terjadi lantaran debit air sungai di wilayah Kota Palangka Raya dalam sepekan terakhir kian meninggi, akibat tingginya curah hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir.

Kembali terjadinya banjir pada sebagian wilayah di Kota Palangka Raya sepanjang tahun 2021 ini, membuat Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, mengambil langkah cepat untuk menetapkan status wilayahnya menjadi tanggap darurat banjir.

“Status tanggap darurat banjir ini menjadi dasar serta langkah mempercepat penanganan banjir serta dampaknya,”kata Fairid, Senin (15/11/2021).

Lebih lanjut Fairid menjelaskan, langkah cepat penanganan banjir tersebut meliputi penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan prasaran dan sarana.

“Perlu diketahui status tanggap darurat banjir sudah berlaku sejak tanggal 12 November kemarin. Sejauh ini ada 17 kelurahan terendam banjir dengan 9 ribu jiwa lebih warga terdampak,” jelasnya.

Selebihnya Fairid menyampaikan, status tanggap darurat banjir itu akan berlaku selama 14 hari ke depan, dan pada saatnya Pemerintah Kota Palangka Raya akan mengevaluasi kondisi bencana banjir tersebut.

Sementara itu berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi-Penanggulangan Bencana (Pusdalop-PB) BPBD Kota Palangka Raya mencatat, sebanyak 17 kelurahan di Kota Palangka Raya telah terdampak banjir.

Ke 17 kelurahan itu diantaranya, Tangkiling, Banturung, Sei Gohong, Tumbang Tahai, Tumbang Rungan, Pahandut Seberang.

Berikutnya kawasan DAS Pahandut, Danau Tundai, Kameloh Baru, Bereng Bengkel, Kalampangan, Tanjung Pinang, Langkai, Palangka, Bukit Tunggal, Petuk Katimpun serta Kelurahan Marang. (MC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here