Expos55.com  Palangka Raya – Objek Wisata Religi Kubah Kuning ini berlokasi di persimpangan sungai perbatasan wilayah administrasi Kelurahan Danau Tundai dan Kelurahan Bereng Bengkel. Pengunjung yang ingin datang ke Kubah Kuning bisa menggunakan transportasi sungai dari Pelabuhan Tanjung Pinang, dengan jarak tempuh kurang lebih 30 menit. Sedangkan bagi pengunjung yang menggunakan transportasi sungai dari Pelabuhan Bereng Bengkel dengan jarak tempuh kurang lebih 60 menit menuju Kubah Kuning.

Objek wisata Kubah Kuning cukup diminati oleh wisatawan lokal atau domestik yang ingin melakukan ziarah. Kubah Kuning merupakan makam salah satu ulama yang melakukan misi penyebaran agama Islam dari Banjarmasin ke Kota Palangka Raya yang bernama Habib Muhammad Husin atau yang dijuluki ” Datuk Tundai”.

Julukan ” Datuk Tundai ” diberikan oleh masyarakat setempat dikarenakan selain menjalankan misinya untuk agama Islam, Habib Muhammad Husin juga melakukan hubungan perdagangan dan meninggal dunia diperjalanan yang lokasinya berada di muara persimpang sungai di wilayah Kelurahan Danau Tundai seperti yang diceritakan oleh Lurah Danau Tundai, Fauzi Ahmad kepada Kepala Bidang Kebudayaan, Murni Pelita, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Martiana Winarsih, Kepala Seksi Pengembangan dan Kerjasama Pengelolaan Kebudayaan, Winfried yang didampingi staf dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kota Palangka Raya, Dyah Vardany, Erlina dan Abe Riyanto, saat melakukan pendataan dan monitoring objek wisata, Rabu ( 09/09/2020).

Daya tarik dari objek wisata Kubah Kuning ini selain untuk ziarah, di lokasi ini ketika pengunjung datang akan disambut oleh kera atau monyet liar yang meminta makanan dari pengunjung. Kera liar di tempat ini cukup jinak dan tidak mengganggu secara fisik kepada pengunjung.

Banyak peziarah yang datang ke Kubah Kuning ini baik dari wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan mengingat Habib Muhammad Husin ini berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Fahran salah satu warga dari daerah Flamboyan Kelurahan Pahandut dengan membawa serta keluarganya mereka menggunakan kelotok ziarah ke makam Datuk Tundai untuk meminta restu atas suatu niat dan bernazar, ungkapnya saat berbincang dengan tim dari Disparbudpora Kota Palangka Raya.

Pada saat yang sama Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disparbudpora Kota Palangka Raya, Martiana Winarsih sampaikan bahwa ” Kubah Kuning” ini punya potensi untuk dikembangkan dan perlu dukungan infrastruktur yang memadai untuk mendukung promosi objek wisata.

Disamping wisata religi lokasi ini juga dapat dikelola untuk PAD dari sektor pariwisata, serupa dengan objek wisata Pulau Kembang yang berada di Banjarmasin, Kalsel.
Dengan keberadaan kera yang sangat banyak jumlahnya namun cukup jinak, kera-kera di lokasi ini tidak takut dengan pengunjung bahkan mereka ingin berinteraksi dengan pengunjung untuk mendapatkan makanan, ujarnya. ( MC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here