Palangka Raya Expos55.com Kepala Dinas Lingkungan Hidup Palangka Raya, Achmad Zaini mengajak masyarakat mengelola lahan gambut tanpa dibakar untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

“Kebakaran di lahan gambut jauh lebih sulit dipadamkan dibandingkan di lahan lainnya, apalagi Palangka Raya ini sebagian besar lahan gambut sehingga upaya pencegahan karhutla menjadi prioritas kita semua,” ucap Zaini ketika membuka pelatihan PLTB, Rabu (30/3/2022).

Ia mengatakan PLTB bisa dilakukan dengan menggunakan mekanisasi ekskavator dan manual. Namun untuk ekskavator biayanya mahal, bisa mencapai Rp 15-20 juta/hektare.

Berbeda dengan cara manual yang lebih ringan dan berkisar Rp1-1,5 juta per/hektare. Hanya saja perlu waktu dan proses, cara manual yang dilakukan adalah dengan mencabut pohon yang ada, kemudian meratakan tanahnya.

“Setelah rata barulah dilakukan pembajakan, teknologi Ini tentunya lebih terjangkau oleh petani. Kita mencari cara agar kebakaran lahan gambut bisa dihindari, tetapi masyarakat tak dirugikan secara ekonomi,” ungkapnya.

Dengan program pelatihan PLTB ini dalam upaya mengedukasi, meningkatkan kesadaran dan pemahaman untuk bersama melakukan pencegahan kebakaran lahan dan kebun masyarakat, dengan membuka dan mengolah lahan pertanian dengan cara yang lebih ramah lingkungan.

“Tentunya dengan 40 orang target peserta yang diundang diharapkan berkontribusi maksimal, peserta kelompok tani dan unsur masyarakat yang hadir dapat menginformasikan dan mengedukasi kembali warga lainnya dan anggota kelompok tani,” tutupnya.
(MC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here