Expos55.com Palangka Raya – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palangka Raya telah menentukan beberapa lokasi yang boleh, serta yang tidak boleh dipasang alat peraga kampanye (APK).

Hal tersebut diungkapkan ketua KPU Palangka Raya, Ngismatul Choiriyah saat rapat koordinasi (Rakor) penetapan fasilitas umum untuk kampanye dan lokasi pemasangan alat peraga, Kamis (24/9/2020), di Palangka Raya.

“KPU Palangka Raya melaksanakan rapat bersama perwakilan timses paslon, Bawaslu, dan pihak terkait untuk memberikan informasi tempat-tempat pemasangan alat peraga kampanye Pilgub Kalteng,”ujar Ngismatul.

Sebagaimana diketahui lanjut dia, KPU provinsi telah memfasilitasi pembuatan materi kampanye paslon berupa baliho sebanyak lima buah dan akan dipasang dibeberapa titik yang sudah ditentukan.

“Sesuai penetapan dari provinsi, KPU kabupaten/kota akan memfasilitasi lima baliho paslon, selain itu setiap paslon diperbolehkan mencetak baliho sebanyak 200 persen dari jumlah yang dicetak oleh KPU,”sebutnya.

Sedangkan lokasi pemasangan baliho, KPU memfasilitasinya sebanyak 15 titik di Kota Palangka Raya, lokasi tersebut meliputi jalan A Yani depan Sanaman Mantikei, jalan Tjilik Riwut KM 5 depan stadion Tuah Pahoe, Kalampangan samping kelurahan, Tangkiling seberang Puskesmas, jalan Tumbang Talaken simpang tiga Petuk Bukit, Pahandut seberang dekat SPBU, bundaran burung arah jalan Sukarno, dan jalan Hiu Putih tidak jauh dari SDN 5 Bukit Tunggal.

“Selain itu lokasi lain berada di jalan Yos Sudarso simpang Galaksi, jalan trans Kalimantan Desa Taruna, jalan RTA Milono simpang Maduhara, jalan G Obos simpang empat Willem AS, Bundaran Seth Adji, jalan Adonis Samad, dan jalan Tjilik Riwut Km 27 depan arboretum,”beber Ngismatul.

Disampaikan, penetapan lokasi tersebut sudah disurvey terlebih dahulu dan sesuai dengan SK Wali Kota Palangka Raya tahun 2019, serta telah berkoordinasi dengan kepala DPM-PTSP Kota Palangka Raya, sehingga tidak menyalahi perda.

“Sebelumnya kita sudah cek lokasi, serta meminta ijin kepada wali kota serta koordinasi dengan PTSP terkait lokasi-lokasi pemasangan APK tersebut,”terang Ngismarul.

Sementara itu lokasi-lokasi yang tidak boleh dipasang APK di antaranya tempat ibadah termasuk halamannya, gedung kantor pemerintahan, fasilitas pendidikan seperti sekolah dan kampus, kemudian rumah sakit atau puskesmas.

“Kita juga sudah sampaikan kepada perwakilan tim paslon untuk tidak memasang APK di pagar-pagar taman kota, tiang listrik, serta pohon-pohon yang membentang jalan, karena hal tersebut juga dilarang dalam perwali,”tegasnya. (MC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here