Kalsel Expos55.com Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel terus mendorong daerah kawasan menjadi Kabupaten/Kota sehat. Ini merupakan salah satu upaya untuk mencapai Kalsel Sehat.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Muhammad Muslim melalui Kepala Seksi Kesehatan lingkungan, Dinkes Kalsel, Budi Wahyudi di Banjarmasin, Senin (14/6/2021).

Menurutnya, program KKS bertujuan agar tercapai kondisi Kabupaten/Kota bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya dengan cara, terlaksananya berbagai program-program kesehatan dan sektor lain sehingga dapat meningkatkan sarana, produktivitas dan perekonomian masyarakatnya.

“Untuk itu kami Dinkes Kalsel terus mendukung dan mendorong menuju Kabupaten/Kota sehat dan Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS),” kata Wahyudi.

Lanjut Wahyudi mengatakan dari 13 Kabupaten/Kota, ada 10 Kabupaten/Kota yang telah me SK kan menjadi Kabupaten/Kota sehat. Sedangkan 3 daerah masih belum memiliki SK dan masih tahap proses.

“Ada 10 Kabupaten yang sudah ber SK Kabupaten/Kota sehat. 3 Kabupaten masih tahap proses pembuatan SK dan tim pembinaan belum terbentuk dan bergeral,” ucapnya.

Tapi, Dinkes Kalsel setiap tahun mengingatkan, mengavokasi dan mendorong untuk Pemda membentuk tim pembina Kabupaten/Kota sehat dan di dalamnya ada tim forum Kabupaten/Kota sehat dari masyarakat umum akademisi, LSM dan lainnya. “Jadi harus ada SK. Sebenarnya Kabupaten/Kota sehat ini berpedoman dari kegiatan yang ada di SKPD di tingkat kecamatan maupun tingkat desa,” ungkapnya.

Selain itu, ada 6 Kabupaten/Kota yang telah lolos 100 persen karena berhasil menuju Kabupaten/Kota sehat dan ODF atau bebas dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) yaitu Kabupaten Tabalong dan Kota Banjarbaru. Sedangkan 4 Kabupaten/Kota tidak memenuhi syarat dari Kementrian Kesehatan.

“Jadi kita diminta untuk memprogres dan memverifikasi, bagaimana Kabupaten agar bisa ikut ke tingkat nasional dengan syarat 60 persen harus sudah ODF. Jadi 4 kabupaten yakni kab banjar, HSS, Tapin, dan Tanbu terus kita dorong,” ujarnya.

Namun, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Bumbu sudah mendapat predikat Kabupate/Kota sehat pada tingkat utama.

“Hal itu yang mereka pertahankan dan harus dapat prasyarat ODF atau masyarakat bebas BAB sembarangan,” pungkasnya.

(MC Kalsel/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here