Palangkaraya, Expos55.com. Menindaklanjuti aksi damai yg dilakukan oleh Koalisi Ormas Dayak Kalimantan Tengah (Kalteng) Jum’at (06/11/2021) lalu di Bundaran Besar Palangka Raya serta menjawab berbagai spekulasi yang ramai berkembang di masyarakat terkait aksi tersebut, Koalisi Ormas Dayak Kalteng menyampaikan laporan, menyoal Ormas Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR)  ke Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) di Jakarta.

Menurut Bambang Irawan, Sekretaris Koalisi Ormas Dayak Kalteng mengatakan, mengingat Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalteng masih berstatus demisioner dan MADN adalah induk dari semua organisasi yang berbasis masyarakat Adat Dayak Kalimantan serta hasil telaah kami di lapangan, bahwa kehadiran TBBR di Kalteng sudah menyangkut kepada hal-hal yang prinsip dan fundamental serta sudah mendegradasi budaya dan kearifan lokal masyarakat Adat Dayak Kalteng yang sudah tertata dalam kaidah falsafah Huma Betang dan Belom Bahadat, yang di dalamnya ada azas kesopanan dan bertatakrama serta azas kebermoralan yang tinggi.

“Maka kami membuat laporan secara resmi kepada MADN yang juga ditembuskan kepada pihak terkait seperti, Menkopolhukam, Menkumham, Menhan, Mendagri, KSP, Pangdam VI Tanjung Pura, Gubernur Kalteng, Gubernur Kalbar, dan instansi terkait lainya”, ujar Bambang.

Lebih lanjut disampaikan Bambang,bahwa pihaknya juga mempersiapkan lampiran alat bukti pelanggaran-pelanggaran TBBR seperti, surat, photo, video dan rekaman audio serta saksi korban untuk nantinya dilampirkan dalam surat dakwaan/tuntutan dengan tujuan agar MADN memerintahkan DAD Provinsi Kalteng agar segera melaksanakan sidang adat (Kerapatan Mantir Adat Basara Hai) untuk mengurangi potensi kegaduhan baik di akar rumput masyarakat Dayak maupun di medsos yang bisa berakibat semakin memperkeruh suasana dan mempertajam kesalahpahaman publik.

“Karena hal ini bisa mengganggu ketertiban dan keamanan, kami meminta kepada masyarakat Kalteng khususnya orang Dayak Kalteng untuk menjaga keutuhan, kenyamanan hidup di tengah-tengah masyarakat yang majemuk serta lestarikan budaya dan adat istiadat kita orang Dayak”, harapnya.
(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here