Palangka Raya Expos55.com Kampanye Nasional Gerakan Literasi Zakat dan Wakaf yang digelar diseluruh provinsi di republik ini merupakan bentuk upaya nyata Kementerian Agama (Kemenag) meningkatkan literasi pengetahuan tentang zakat dan wakaf. Program ini merupakan salah satu program prioritas Kemenag.

Mendukung program ini, Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Seksi Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Bidang Bimas Islam selama 2 (dua) hari melaksanakan kegiatan ini di Hotel Melia Jalan Yos Sudarso Palangka Raya pada tanggal 28-29 Maret 2022.

Gerakan ini menurut Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Noor Fahmi dilaksanakan sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya zakat dan wakaf.

“Pemahaman masyarakat soal literasi zakat dan wakaf masih rendah, sehingga perlu penguatan pengetahuan salah satunya melalui program yang dilaksanakan secara nasional ini” ungkap Kakanwil saat dihubungi via sambungan telepon.

Disela mengikuti Rapat Kerja Nasional Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Tahun 2022 di Hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta Pusat, Senin (28/03) orang nomor satu di Kemenag Kalteng ini meminta seluruh peserta mengikuti seluruh materi yang disampaikan selama kegiatan untuk kemudian mensosialisasikan dan mengimplementasikan di daerah asal masing-masing.

“Peserta harus meneruskan hasil kegiatan ini sampai ke tingkat bawah, apalagi utusan daerah yang hadir diantaranya penyuluh agama yang berhadapan langsung dengan masyarakat,” harap Kakanwil.

Sementara itu, Kepala Bidang Bimas Islam H. Ardiansyah yang juga sedang mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Tahun 2022 ibukota negara melalui sambungan telepon meminta Kasi Bimas Islam dan Penyelenggara Zakat dari 14 kabupaten/kota yang hadir mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Amil Syar’i.

“Penyaluran zakat melalui amil syar’i yang terdapat pada lembaga resmi sangat ,menguntungkan bagi muzakki (orang yang berzakat) karena status mereka sebagai naib (pengganti) mustahik (orang yang berhak menerima zakat) sehingga apabila terjadi penyelewengan dalam pengelolaan, kewajiban muzakki telah gugur,” terang H. Ardiansyah.

“Penyaluran zakat oleh muzakki melalui amil syar’i pada lembaga resmi juga berdampak postif bagi masyarakat yang masuk dalam kategori mustahik, karena penyaluran bantuan akan menyesuaikan dengan kebutuhan mustahik,” lanjutnya.

Sub Koordinator Seksi Pemberdayaan Zakat dan Wakaf sekaligus ketua panitia H. Masriadi mengungkapkan peserta yang diundang berjumlah 32 orang. Ke 32 orang merupakan Kepala Seksi Bimas Islam, Penyenggara Zakat dan Wakaf, penyuluh PNS dan Non PNS kabupaten/kota se Kalteng. Meskipun kegiatan dilaksanakan selama 2 hari H. Masriadi mengharap output kegiatan terlaksana maksimal.
(Mul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here