Palangka Raya Expos55.com Enam orang tersangka pengedar narkotika jenis sabu-sabu yang ditangkap jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Tengah, terancam hukuman 20 tahun penjara.

“Selain terancam hukuman 20 tahun penjara, para tersangka itu juga dikenakan denda maksimal Rp1 miliar atas Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 112 ayat 2 jo Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng Kombes Pol Nono Wardoyo saat jumpa pers di Palangka Raya, Kamis.

Dia menjelaskan, enam orang yang berhasil ditangkap Ditresnarkoba salah satunya berjenis kelamin perempuan. Ke enam orang yang kini juga sudah ditetapkan sebagai tersangka tersebut masing-masing berinisial MN (36), IW (36), JC (31), AP (32), RK (33) dan RH (33).

Untuk tersangka MN, RH dan RK ditangkap di Kabupaten Kapuas. Sedangkan JC dan IW ditangkap di Kota Palangka Raya, selanjutnya AP dibekuk di Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Dari tangan para tersangka tersebut, setidaknya aparat penegak hukum ini telah mengumpulkan barang bukti sabu-sabu dengan berat kotor 141,25 gram,” katanya.

Perwira Polri berpangkat melati tiga itu mengungkapkan, enam orang pengedar sabu di tiga wilayah tersebut melakukan jaringan terputus, sehingga penyidik kesulitan untuk menangkap bandar besarnya.

Hanya saya berdasarkan pengakuan mereka, barang haram yang mereka miliki itu kebanyakan didapatkan dari luar Kalteng seperti Kota Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Pontianak (Kalimantan Barat) dan Samarinda (Kalimantan Timur).

“Kalteng adalah sasaran empuk bagi para bandar besar peredaran narkoba, maka dari itu kita berkomitmen akan terus melakukan pemberantasan narkoba di wilayah hukum kami,” ungkapnya.

Ditambahkan perwira Polri berpangkat melati tiga tersebut, dalam memberantas peredaran narkoba di Kalteng, ia meminta agar masyarakat dan stakeholder lainnya bisa terus membantu pihaknya dalam untuk memberantas persoalan itu.

“Ya saya harapkan rekan wartawan masyarakat ketika mendapatkan informasi sekecil apapun, agar bisa memberitahu kami, sehingga kami bisa kembangkan dan menangkap para bandar yang selama ini bermain di provinsi setempat,” demikian Nono Wardoyo.

(antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here