Kuala Kurun Expos55.com Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama pemerintah daerah (Pemda) setempat yakni dari DLHKP, Disbudpar, DPU dan jajaran dari Setda Kabupaten Gumas. Hal tersebut, rangka membahas peningkatan insfrastruktur di taman hutan raya (Tahura) Lapak Jaru Kurun.

Ketua DPRD Kabupaten Gumas Akerman Sahidar menjelaskan, awal kegiatan RDP tersebut sebenarnya hasil dari tindak lanjut kunjungan kerja (Kunker) dari Tahura Sultan Adam di Kalsel waktu lalu, sehingga ada banyak hal yang bisa dicontohkan. Maka, itulah yang menjadi permulaan diadakannya RDP itu.

“Kita melihat hasil dari Tahura di Kalsel itu mereka mendapatkan keuntungan pemasukan PAD itu mencapai Rp 3 miliar pertahun, maka tidak ada salahnya kita mencontohkan di Tahura Lapak Jaru ini diterapkan, karena itulah kita mengadakan RDP ini untuk membahas dalam peningkatan insfrastruktur di situ,” ucap Akerman Sahidar, Jumat (1/7).

Intinya, kata dia, seperti tahura di Sultan Adam itu dapat menambah pendapat asli daerah, maka dari situlah keinginan dari legislator di Kabupaten Gumas, agar Tahura Lapak Jaru di wilayah setempat dapat dikembangkan dan dapat menambah PAD di daerah ini.

“Keinginan kami potensi seperti Tahura Lapak Jaru yang kita miliki ini kalau bisa mendekati hasil dari milik Kalsel itu, karena itulah kita mengadakan RDP dengan OPD terkait agar tau seperti apa pengembangannya kedepan,” ujar Politisi PDIP ini.

Memang diakui Akerman menyebut, ada banyak hal yang menjadi perhatian pihaknya terutama yang diprioritaskan yakni untuk insfrastruktur, sebagai contoh jalan perlu dilakukan pembenahan dan kalau bisa dilakukan pengaspalan.

“Kedepan kami berharap dengan jalan yang panjangnya sekitar 2 kilometer itu dapat menjangkau daerah wisata tahura, dan bisa dimasukan di perobahan anggaran ini menyangkut perencanaan dan pembangunan jalan,” demikian dia.
(KT/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here