Expos55.com  Palangka Raya – Pasca kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2015, berbagai langkah koreksi atau corrective action telah dilakukan pemerintah. Selain dalam bentuk berbagai kebijakan krusial dan peningkatan operasional kerja tim satgas karhutla, termasuk dilakukan peringatan dini antisipasi ancaman karhutla.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan, bicara soal
langkah dan kebijakan pencegahan karhutla, khususnya di Kota Palangka Raya, maka pemerintah setempat lebih menjalankan pola mitigasi bencana.

Dikatakan, pola pencegahan karhutla melalui mitigasi bencana memuat langkah antisipatif, yakni kesiapsiagaan selama 24 jam untuk melakukan antisipasi karhutla melalui pola patroli, deteksi dini di daerah rawan maupun kesigapan menerima laporan dari masyarakat.

Selain langkah antisipatif, maka langkah penting lainnya seperti sosialisasi dan edukasi serta pemasangan spanduk di daerah rawan karhutla secara massif terus dilakukan.

“Gencar melakukan sosialisasi dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Terlebih sosialisasi didukung dengan bantuan media sosial hingga media masa,”katanya,Selasa (8/6/2021).

Tidak kalah pentingnya sambung Emi pemenuhan Sarpras (sarana dan prasarana) terus dipenuhi, sebagai upaya menunjang mencegah bencana karhutla.

“Tidak kalah pentingnya saling koordinasi dengan berbagai pihak pendukung, harus terus dilakukan, seraya mendorong masyarakat untuk berperan aktif mengantisipasi karhutla,”tandas Emi.
(MC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here