Expos55.com  Marabahan Jalan Nasional di Desa Sungai Gampa Asahi, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, kondisinya semakin memprihatinkan.

Jalur kurang lebih sepanjang 3 kilometer ini rusak parah dengan banyaknya lubang besar yang membuat kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati.

Hal ini dikarenakan tingginya intensitas kendaraan bermuatan besar yang melintas, sehingga lebih cepat memicu kerusakan jalan.

Di beberapa pekan terakhir hingga hari ini, banyak truk yang terperosok, ambles, juga sulit dievakuasi pada Kerusakan jalan Sungai Gampa Asahi tersebut. Kemacetan pun tidak terhindarkan, hingga berkilo-kilo meter.

Bersama relawan setempat, di beberapa titik kerusakan yang parah saat ini dilakukan penghamparan kayu galam dan bakalan diuruk batu dari pihak Balai Jalan Nasional.

Akibat sulitnya dilewati roda empat maupun kendaraan yang besar, arus lalu lintas sementara dibatasi.

Roda empat pribadi yang tidak bermuatan besar, diperkenankan melintas dengan tetap mengikuti arahan para relawan.

Terkait kerusakan jalan selebar kurang lebih 4,5 meter ini, Wakil Bupati Batola Rahmadian Noor,  mengungkapkan, pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Balai Jalan Nasional untuk melakukan perawatan secara kontinyu.

Terutama selama Jembatan Salim di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar belum maksimal bisa dilewati kendaaran bertonase besar, maka lewat Kabupaten Batola lah alternatif terakhir menuju kawasan Hulu Sungai.

“Kami minta sekali lagi, supaya segera dilakukan pemeliharaan rutin secara kontinyu, selama jalan di Sungai Gampa Asahi ini digunakan sebagai alternatif karena Jembatan Mataraman belum selesai,” pesan Wabup Batola.

Bersamaan dengan ini, lanjutnya, Bupati Batola Hj Noormiliyani juga telah menghubungi Pj Gubernur Kalsel mengenai kerusakan ruas jalan tersebut dan minta segera ditangani.

Adapun konfirmasi dari Balai Jalan Nasional, mengenai Jalan di Kawasan Sungai Gampa Asahi sudah dilakukan perawatan rutin.

Namun lagi-lagi akibat truk-truk besar bermuatan besar yang melintas, maka jalan kembali rusak.

“Program dari BPJN adalah pelebaran jalan menjadi 7, dalam proses lelang. sambil menunggu kontrak dilakukan pemeliharaan jalan,” cetus Syauqi Kamal, Kepala BPJN Kalsel.

(Bpost)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here