Expos55.com Palangka Raya – Harga cabai di Kota Palangka Raya dalam beberapa pekan terakhir mengalami kenaikan bervariatif yakni berkisar Rp 100 ribu lebih per kilogramnya.

Kenaikan harga salah satu komoditas penting ini cukup fantastis, dimana harga normal cabai biasanya hanya berkisar dari Rp 35 ribu hingga kemudian terus alami kenaikan

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM Perindustrian, Kota Palangka Raya Rawang, mengungkapkan, naiknya harga cabai dikarenakan pasokan cabai mulai berkurang.

”Kabarnya pertanian cabai di daerah pemasok seperti Pulau Jawa dan Banjarmasin banyak terserang hama dan terpengaruh faktor cuaca. Hal inilah yang menyebabkan pasokannya berkurang,” ungkapnya, Selasa (23/3/2021).

Disadari sambung Rawang, kebutuhan cabai di Palangka Raya sejauh ini masih bergantung dari luar daerah itulah yang menyebabkan harga cabai di pasaran mengalami pasang surut.

Selain itu kebutuhan akan konsumsi cabai di Kota Palangka Raya sangat tinggi, tidak seimbang ketersediaan pasokan. “Ibarat hukum dagang, apabila permintaan banyak dan ketersediaan stok sedikit maka menyebabkan harga komoditas tersebut naik,”tambahnya.

Sementara dalam kondisi ini tambah Rawang, pihaknya hanya bisa melakukan pemantauan dan melakukan pengecekan harga serta ketersedian komoditas cabai dipasaran. Sedangkan untuk melakukan operasi pasar cabai kondisinya tidak memungkinkan.

“Iya, karena Palangka Raya masih bergantung pasokan cabai dari luar daerah. Selain itu cabai ini tidak bisa di stok terlalu lama mengingat masa penyimpanan cabai biasanya paling lama satu minggu,”tukasnya.

“Sangat dilema, ketika ingin menekan harga cabai bisa saja petani menjadi tidak bisa berkembang. Kesejahteraan petani tetap harus diperhatikan,”tutup Rawang. (MC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here