Palangka Raya Expos55.com Dalam rangka meningkatkan roda perekonomian di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) maka, sangat diperlukan suatu langkah konkret dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng. Di mana salah satunya, yakni dengan melakukan Hilirisasi Industri.

Hal tersebut diutarakan oleh Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Abdul Razak, meminta agar pembangunan hilirisasi industri tersebut, dapat dilakukan secara merata di seluruh wilayah Bumi Tambun Bungai.

“Artinya, pembangunan hilirisasi industri terhadap pengelolaan sumber daya alam (SDA) Kalteng, tidak hanya terhadap hasil produksi Perusahaan Besar Swasta (PBS) saja, melainkan juga menyasar hasil produksi SDA milik masyarakat,” ucap H. Abdul Razak, Jumat (04/02/2022).

Lanjut Politisi Senior dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Kalteng ini juga berharap upaya tersebut dapat dilakukan secara merata. Karena, tujuannya tidak lain semata-mata untuk mendorong kemajuan daerah.

“Karena, pembangunan industri hilir, terlebih milik masyarakat itu, tidak mudah. Ada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi untuk pembangunan hilirisasi SDA yang diproduksi,” ujarnya.

Lebih dalam, H. Abdul Razak juga berharap kepada pemerintah, para pemangku kepentingan atau pihak lainnya, agar bisa mengkoordinasikan pembangunan industri hilir, terhadap produksi SDA masyarakat.

Seperti sawit milik rakyat, meskipun dibangun dengan skala kecil. “Ada syarat yang memang mungkin tidak bisa dipenuhi secara mandiri oleh masyarakat. Misalnya saja, ada syarat minimal lahan untuk bisa dibangun hilirisasinya, karena apabila dibangun hilirisasi industri, namun luasan sawit yang ada hanya sedikit, maka masyarakat akan rugi. Sehingga perlu peran dan dukungan dari berbagai pihak,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan adanya hilirisasi industri bagi produksi masyarakat akan memberikan dampak yang sangat besar bagi kesejahteraan masyarakat.

“Nantinya, sawit milik masyarakat maupun plasma suatu saat nanti tidak hanya di jual buahnya atau dalam bahan mentah saja, tetapi dapat diolah menjadi crude palm oil (CPO) dan dijual dalam bentuk CPO. Sehingga, secara otomatis penghasilan masyarakat akan meningkat tandasnya.
(KN/Mul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here