Sampit Expos55.com Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah menyoroti kembali terjadinya insiden tongkang menyerempet lanting warga di Sungai Cempaga Kecamatan Cempaga.

“Kejadian ini bukan yang pertama kalinya. Tentu KSOP Sampit sebagai ‘leading sector’ sudah harus memberikan peringatan kepada pihak kapal. Di sini kami juga menyoroti dari pihak KSOP, apakah setelah ini ada tindakan atau bagaimana,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur Muhammad Kurniawan Anwar di Sampit, Minggu.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu sebuah tongkang bermuatan bauksit yang dipandu dua tugboat, melintas di Sungai Cempaga menuju Sungai Mentaya dan nantinya sampai ke muara laut.

Saat melintas di perairan Desa Sungai Luwuk Bunter Kecamatan Cempaga, tali penarik antara tongkang dengan tugboat di bagian depan, putus sehingga arah tongkang sulit dikendalikan.

Akibatnya, tongkang menyerempet lanting warga yang ada di pinggir sungai. Tidak korban jiwa dalam kejadian ini, namun insiden itu membuat lanting warga menjadi rusak.

Detik-detik saat tongkang menyerempet lanting tersebut sempat diabadikan warga menggunakan kamera telepon seluler. Videonya pun dengan cepat beredar dan ramai menjadi perbincangan.

Mendapat kabar itu, Kurniawan bersama anggota Komisi IV Bima Santoso langsung datang ke lokasi kejadian. Mereka ingin melihat langsung kondisi di lokasi kejadian, sekaligus ingin mendengar aspirasi masyarakat terkait insiden yang kembali terulang itu.

“Kami langsung melakukan pengecekan di lapangan. Dan benar, setidaknya ada tiga lanting masyarakat yang rusak parah. Bahkan ada video beredar terkait kejadian itu,” sambung Kurniawan.

Menurut politisi PAN, daerah aliran sungai Cempaga cukup padat lalu lintas angkutan sungai, padahal banyak aktivitas masyarakat yang bergantung pada sungai ini. Jika intensitas tongkang sangat tinggi maka tentu pasti ada dampak yang ditimbulkan, termasuk risiko terus terulangnya insiden tongkang menyerempet lanting warga.

“Terkait kejadian ini, pihak kapal harus bertanggung jawab. Kami mengimbau kapal atau tongkang tersebut jangan diberikan izin gerak sebelum semua sudah tuntas,” tegas Kurniawan.

Sementara itu berdasarkan informasi didapat di lapangan, insiden itu membuat dua lanting warga menjadi rusak. Lanting jamban itu milik Agus dan Isar.

Permasalahan ini diselesaikan secara kekeluargaan difasilitasi oleh pemerintah desa setempat. Pihak kapal bertanggung jawab mengganti biaya perbaikan dua lanting milik warga tersebut.

Sementara itu berdasarkan data, insiden serupa sudah beberapa kali terjadi di Kotawaringin Timur. Seperti pada Jumat 10 Agustus 2018 dini hari, sebuah tongkang bermuatan pasir hanyut saat tambat dan menghantam dapur, lanting dan kelotok milik warga di bantaran Sungai Mentaya perairan Jalan Iskandar Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Sementara itu pada Selasa 25 Agustus 2020, kapal pengangkut BBM Pertamina menyerempet sejumlah lanting dan menenggelamkan kelotok milik warga di Sungai Mentaya perairan Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang.
(ant/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here