Palangka Raya Expos55.com Sekretaris Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Heri Purwanto meminta pemerintah kota (Pemko) agar dapat mengembangkan pertanian organik.

Gal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan edukasi bagi para petani, terkait sistem pertanian organik sebagai sebuah solusi pertanian yang berkelanjutan.

“Harus di berikan pembekalan bahwa penanganan hama dan penyakit tidak hanya menggunakan pestisida sintetik, begitu juga dengan pupuk bisa disiapkan sendiri. Tentunya akan lebih murah dan terjangkau, sekaligus sehat bagi ekosistem pertanian,” katanya, Sabtu (14/5/2022).

Dijelaskannya, tanaman-tanaman yang dikelola secara organik biasanya akan lebih tahan dari hama penyakit. Hal tersebut berkaitan dengan kesuburan tanaman yang tumbuh di tanah yang sehat.

Sebaliknya, jika tanah banyak mengandung bahan sintetik maka mikroorganisme dalam tanah tidak akan bisa berkembang. Kondisi tersebut, diakibatkan mikroorganisme berfungsi penting menjaga keseimbangan ekosistem.

“Apabila tanah subur maka tanaman akan jauh lebih bagus tumbuhnya, tanaman akan lebih tahan apabila diserang hama. Jika tanah tersebut subur karena penambahan bahan organik, bisa di asumsikan tanaman di atasnya akan mendapat unsur hara yang lebih bagus,” jelasnya.

Selain itu Heri juga menambahkan, untuk mengubah lahan konvensional menjadi lahan organik butuh kesabaran. Biasanya, untuk dapat menjadi lahan organik, memerlukan waktu enam bulan hingga satu tahun setahun.

Cepat atau lambatnya mengubah lahan konvensional menjadi lahan organik, bergantung dari sejarah lahan tersebut.

“Jika kerusakan lahan tidak terlalu parah, bisa cepat proses recovery-nya. Sepanjang kita berhenti dan terus memperbaiki lahannya dengan memberi pupuk organik yang cukup, pola tanam juga diperbaiki. Demi mendorong pertanian organik dibutuhkan dukungan dari pemerintah salah satunya dengan pemberian bantuan peralatan mesin pencacah tanaman untuk pembuatan kompos,” pungkasnya.
(KT/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here