Sampit Expos55.com Untuk memenuhi salah satu dari poin Tri Dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa dan Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Habaring Hurung Sampit melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.

Ada sekitar 8 mahasiswa yang melaksanakan KKN di lokasi tersebut. Meski waktu sebentar, hanya 2 hari namun pelaskanaan tersebut penuh dengan keakraban. Salah satu kegiatan KKN yakni penyuluhan hukum dan kegiatan bakti sosial kemasyarakatan.

Dosen Pembimbing KKN STIH Habaring Hurung Sampit Tasrifinoor, SH, MHI karena pandemi Covid-19 yang masih belum benar-benar pulih, sehingga mahasiswa-mahasiswi melakukan pengabdian dengan waktu yang sebentar saja. Katanya, Sabtu (5/3).

Dosen dengan sapaan Arif ini mengucapkan terimakasih kepada Kepala Desa Ujung Pandaran Aswinnur dan masyarakat setempat yang menyambut baik kedatangan mahasiswa kami ini. “Sebab, KKN ini salah satu mata kuliah wajib yang harus diikuti oleh semester akhir sebelum mereka ujian skripsi,” Ujarnya.

Dirinya juga menyampaikan kepada mahasiswa yang melaksanakan KKN agar tetap menjaga nama baik almamater dan berbaurlah dengan masyarakat Desa untuk membuat Inovasi baru untuk dapat memajukan Desa tersebut. Harapnya.

Pihak kampus siap bersinergi dan membantu sebagai wujud pengabdian masyarakat, sehingga kami disini mengajar dan belajar dari semua elemen masyarakat. “Semoga saja kerjasama ini bisa berlanjut di kemudian hari,”tutupnya.

Sementara itu, Kades Ujung Pandaran Aswinnur menyampaikan selamat datang ke desa paling hujung wilayah selatan Kotim. “Kami ucapkan terimakasih telah datang ke kampung kami ini. Apalagi dari STIH Habaring Hurung Sampit ini,”ujarnya menambahkan.

Dikatakan Aswin, sangat bermanfaat sekali ada mahasiswa yang KKN di wilayahnya ini. Apalagi ada sedikit pembekalan ilmu tentang hukum dari kampus merah putih ini kepada warganya. “Terlebih lagi di desanya masih ada yang tersandung masalah hukum. Misalnya kasus narkoba dan pencurian,”ucapnya.

Dirinya juga menghimbau kepada warga agar bisa menjaga diri dan keluarga dari hal negatif dan bisa merusak. Misalnya saja masalah penyalahgunaan narkoba. “Terlebih lagi desa ini menjadi salah satu desa pariwisata dan kedepannya desa ini akan semakin maju dan berkembang,”tutupnya.
(KT/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here