Perhubungan Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Idham BW Kusumah membenarkan anggaran perbaikan Dermaga Kuala Pembuang (KP III) awalnya sebesar Rp 200 juta, namun karena adanya perubahan dan lainnya, mengakibatkan terjadinya pengurangan menjadi Rp133 juta. dana tersebut berkurang.

“Selain pengurangan anggaran, kendala lainnya juga dari segi waktu yang sangat sempit, yakni kurang dari satu bulan. Padahal memang pengerjaannya itu ingin direncanakan pada tahun 2022, agar bisa maksimal,” kata Idham di Kuala Pembuang, Kamis.

Kendati banyak kendala, lanjut dia, jajaran Komisi II DPRD Seruyan tetap meminta agar bisa dilakukan pengerjaan di dermaga tersebut pada tahun 2021. Alasannya banyak hal, termasuk asas manfaat, sehingga tetap dilaksanakan pada tahun 2021.

“Sebenarnya memang dilema, kalau dikerjakan waktunya sangat mepet. Kalau dikerjakan, pasti tidak tepat waktu, dan akhirnya dengan adanya saran dan masukan DPRD sebagai mitra akhirnya kami kerjakan semaksimal mungkin,” beber dia.

Menurut dia, dengan keterbatasan waktu tersebut, pengerjaan perbaikan dermaga itu hanya bisa dibayarkan sekitar 87 persen dari anggaran Rp 133 juta. Hal itu disebabkan waktunya tidak sempat, sehingga pengerjaannya belum selesai.

Kepala Dishub Seruyan itu menjelaskan, untuk saat ini perbaikan dermaga itu dilakukan dari depan terlebih dahulu karena memang kerusakannya sangat parah bahkan ada empat gelagar yang patah dan ada juga tiang yang hilang, sehingga apabila dibiarkan hal tersebut akan menyebabkan terjadinya hal yang tidak diinginkan bagi pengguna dermaga tersebut.

 

Dia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan karena proyek ini belum selesai dan semoga ke depan bisa di programkan kembali sehingga dermaga tersebut bisa dinikmati dengan maksimal oleh masyarakat. Ditambah lagi, pembangunan bertahap itu memang ada turunan, sehingga pembangunan selanjutnya bisa mudah dikerjakan dan sebenarnya pembuatan tanjakan tersebut  tidak ada, di perencanaan cuman ada lantai saja

“Namun  karena asas manfaat kita buatkan sehingga bisa di lewati, walaupun turunannya menyulitkan masyarakat, kalau ditinggikan itu menurut saya sudah pas karena sejajar dengan jalan. Karena belum selesai nanti akan kita bangun kembali agar mudah digunakan,” demikian Idham.
(ant/red,)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here