Batulicin Expos55.com Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu berkolaborasi dalam melakukan kunjungan kerja lokus stunting di desa Wonorejo kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu.

Dalam kunjungan kerja turut hadiri Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, M. Syaripuddin didampingi Yuliani selaku Pengelola Program Gizi Dinas Kesehatan Kalsel dan Pejabat lainnya.

Dikesempatannya, Yuliani mengatakan kasus stunting di Desa Wonorejo Kecamatan Kusan yang terindikasi stunting ada 15 orang dan sudah dilakukan penanganan yang maksimal.

“Jadi kami pihak Provinsi dan Kabupaten berkolaborasi memberikan Tablet Tambah Darah (TTD) dan makanan tambahan kepada remaja putri dan ibu hamil,” kata Yuliani, Selasa (16/11/2021).

Menurutnya, program pemberian TTD dapat membantu menekan terjadinya stunting dan meminimalisir penyakit anemia, karena anemia merupakan salah satu penyebab lahirnya bayi stunting. Pemberian makanan tambahan ibu hamil juga penting agar bayi yang lahir memiliki berat dan panjang badan yang cukup.

Ia berharap remaja puteri mampu mengkonsumsi TTD satu butir setiap minggu atau dalam satu tahun 52 tablet sedangkan untuk ibu hamil minimal konsumsi adalah 90 tablet selama kehamilan.

“Yang namanya suplemen itu hanya tambahan. Walaupun sudah mendapatkan TTD baik itu ibu hamil atau remaja puteri tetap harus mengkonsumsi makanan gizi seimbang,” ungkapnya.

Oleh karena itu, selama pandemi COVID-19 pemberian TTD bagi ibu hamil dan remaja puteri terjadi penurunan dibandingkan pada tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2019, pemberian TTD di Kabupaten/Kota mencapai 100 persen. Jadi semua remaja puteri dapat diberikan TTD setiap minggunya di sekolah dan makan bersama,” ungkapnya.

Walaupun menurun di masa pandemi, Dinkes Kalsel terus berupaya memberikan TTD kepada remaja putri dengan berkolaborasi Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan agar TTD sampai kesasaran.

“Jadi kami berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian agama karena mereka terkait kegiatan pernikahan. Sedangkan Dinas Pendidikan untuk di sekolahnya,” ujarnya.

Ia berharap nantinya Kementerian agama dapat menitipkan TTD pada saat mereka kursus calon pengantin. Sedangkan Dinas Pendidikan sendiri, dengan cara menguatkan di sekolah-sekolah agar mereka mau membantu tenaga kesehatan untuk menyalurkan TTD kepada petugas UKS guru wali kelas pada saat anak-anak mengumpul tugas ke sekolah.

“Jadi selain guru, peran suami juga penting untuk selalu mengingatkan sang istri konsumsi TTD tersebut. Dimana petugas Kabupaten/Kota juga memantau para remaja agar selalu mengkonsumsi TTD,” pungkasnya.
(MC Kalsel/M.Said)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here