Palangka Raya, expos55.com Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya melaksanakan kegiatan kesiapasiagaan terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Jumat (27/8/2021).

Dalam aksi yang diprogramkan sejak awal Tahun 2021, Kegiatan diawali dengan rangkaian Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di 3 Kecamatan dan pengedaran leaflet himbauan, dilanjutkan dengan pemasangan himbauan spanduk cegah karhutla di titik-titik rawan karhutla. Kegiatan yang melibatkan peran serta masyarakat DLH Kota juga sebelumnya menggandeng pelaku usaha dalam berpartisipasi untuk pemasangan cegah karhutla termasuk partisipasi dalam memberikan bantuan kaos lapangan.

Rangkaian kegiatan Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya pada bulan Agustus ini kembali dilakukan dengan melibatkan unsur Lembaga dan masyarakat di Kota Palangka Raya seperti Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) untuk pengecekan kondisi sumur bor sekaligus pembahasan lahan yang rawan kekeringan.

Melalui tim gabungan DLH, kelurahan dan TSAK Kelurahan Menteng melakukan pengecekan sumur bor dan pembasahan lahan, untuk memastikan jika terjadi kebakaran infrastruktur dapat berfungsi dengan baik.

Kelurahan Menteng menjadi salah satu wilayah yang dimonitoring, mengingat kejadian karhutla yang cukup sering di wilayah kelurahan ini. Dari data lapangan menunjukkan sejak Januari 2021 sampai dengan Agustus 2021 telah terjadi 8 kejadian karhutla dengan total 14, 5 Ha lahan yang terbakar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Ir. Achmad Zaini, MP dalam pernyataannya sesuai arahan Walikota Palangka Raya terus menerus melakukan upaya pencegahan dengan melibatkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Achmad Zaini menghimbau adanya peran dari masyarakat disekitar lokasi sumur bor, rasa kepedulian dan lebih penting lagi untuk menjadikan masyarakat merasa memiliki dengan harapan masyarakat ikut serta menjaga dan memelihara.

“Kiranya kolaborasi yang semakin baik akan ditingkatkan dengan setiap unsur masyarakat untuk mengambil peran masing-masing baik itu pemerintah, swasta, pelaku usaha dan masyarakat, mengingat pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak bisa hanya ditangani oleh satu institusi saja namun harus dilakukan secara bersama setiap elemen masyarakat, dalam mencegah dan meminimalisir bencana kebakaran hutan dan lahan di Kota Palangka Raya.” Ucap Achmad Zaini.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kemarau tahun ini adalah kemarau basah. Beberapa wilayah Indonesia termasuk Kalimantan Tengah diperkirakan pada bulan Agustus 2021 ini mulai memasuki kemarau.

Untuk mengantisipasi hal ini, DLH bersama tim gabungan TSAK Kelurahan Menteng mulai melakukan persiapan dan bersiaga. Terutama mengecek kondisi infrastruktur pembasahan lahan menyambut musim kemarau mengingat potensi ancaman kebakaran lahan itu selalu ada.

 

 

(MC. Isen Mulang/DLH/Gusti/wspd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here